Salah satu bentuk kepedulian Aspek-PIR yakni dengan menggandeng petani untuk melakukan pembinaan. Misalnya saja mengelompokkan petani hingga dapat membangun kelembagaan mandiri.

Hal ini menjadi tujuan Aspek-PIR untuk memutus mata rantai penjualan tandan buah segar (TBS) petani swadaya yang menjadi penyebab rendahnya harga TBS itu sendiri. Sebab petani swadaya tidak memiliki akses ke PKS. Sedangkan di lini pengepul harga TBS petani swadaya dibeli dengan harga rendah.

"Kita membuat semacam model dimana kita merangkul semua pihak terkait. Seperti petani dan tengkulak yang kemudian membuat sebuah lembaga dan kemudian dimitrakan ke PKS," ujarnya.

Jika sudah begitu kata Juwita, maka petani dapat menikmati harga TBS sesuai dengan penetapan pemerintah.

"Saat ini kita baru fokus pada petani swadaya yang berada di sekitaran PKS. Ada satu PKS yang menjadi target kita untuk bermitra dengan petani. Ini kita lakukan lantaran produksi kebun petani di wilayah tersebut sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan produksi PKS," terangnya.

Memang tak dipungkiri, kata Juwita, harga TBS petani swadaya saat ini sudah mulai membaik. Bahkan cenderung meningkat sejak beberapa pekan lalu. Namun untuk keterjaminan harga petani swadaya tentu tidak bisa dipastikan.

"Untuk itulah kita hadir dan konsisten, agar petani bisa menikmati harga penetapan pemerintah. Jika sudah begitu, otomatis keterjaminan petani lebih jelas," ujarnya.