Jambi, elaeis.co - Saban mengunjungi kerabatnya yang tinggal di perkebunan sawit, Uce Lestari kerap merasa terganggu oleh serbuan nyamuk. Tapi suatu ketika nyamuk seolah menghilang sehingga perempuan 40 tahun itu terheran-heran.
Setelah dia amati, rupanya kerabatnya itu membersihkan kebun dan membakar bunga sawit jantan. Rasa penasaran Uce pun muncul.
Benarkah aroma asap bunga sawit jantan membuat nyamuk-nyamuk berlarian? Pertanyaan itu terus menggelayut di benak dosen farmasi Universitas Jambi itu.
Dia lantas mengambil ekstrak bunga sawit jantan dan membawanya ke laboratorium. "Lalu diuji untuk mematikan jentik-jentik nyamuk," katanya kepada elaeis.co, kemarin.
"Saya bandingkan dengan abate, ternyata ekstrak bunga sawit jantan tadi malah lebih bagus. Dari 25 jentik nyamuk, 23 mati. Sedangkan abate mematikan hanya 21 jentik nyamuk," tambahnya.
Dia berharap temuannya itu membuka jalan bagi peneliti lain untuk mengembangkannya menjadi produk anti nyamuk secara komersil.
Uce sendiri sudah membuat banyak produk berbahan sawit. Diantaranya sabun, lulur bodycsrub, masker wajah, facial wash cair, deodorant, pasta gigi, dan lotion palme dari minyak mentah sawit.
Baca juga: Di Tangan Perempuan ini, Limbah Sawit Jadi Bahan Baku Kosmetik
"Sudah banyak dan punya khasiat masing-masing. Saya sudah meneliti sawit sejak 2015," ujarnya.
Dia berpesan agar generasi muda memanfaatkan waktu untuk terus berinovasi dan berkarya.
"Di sekitar kita banyak sekali yang bisa dikembangkan dan dimanfaatkan. Kalau memang ada niat, pasti bisa. Kreatif, berkarya, berinovasi, manfaatkan waktu yang ada untuk produktif," kata dosen yang sedang menempuh pendidikan S3 Farmasi di Universitas Padjajaran itu.
Bagian Sawit ini Ternyata Lebih Ampuh dari Abate
Diskusi pembaca untuk berita ini