Babel, elaeis.co - Antrean mobil angkutan berbahan bakar solar masih mengular di Kabupaten Bangka Provinsi Bangka Belitung (Babel), tak terkecuali mobil yang biasanya mengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Akibatnya, kerugian kembali ditelan petani kelapa sawit.
Cerita Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Bangka Belitung, Jamaludin, sampai saat ini angkutan kelapa sawit menuju PKS masih terganggu akibat sulitnya bahan bakar Biosolar untuk kendaraan angkutan tersebut. Lamanya angkutan ini membuat kualitas kelapa sawit menurun, akhirnya harga juga tertekan dan menyebabkan kerugian bagi petani.
"Untuk antre di SPBU saja angkutan memakan waktu sampai 4 jam. Ini membuat pengiriman tbs terlambat dan kualitas buah jadi menyusut. Dampaknya tentu harga pembelian akan tertekan," ujarnya kepada elaeis.co, Selasa (21/7)
Tidak sampai disitu, sudah harga tertekan, petani juga harus menanggung biaya jam kerja supir yang bertambah. Belum lagi potongan lantaran buah busuk di PKS.
Jamaludin berharap pemerintah segera memberikan solusi dan perhatian terhadap persoalan itu. Sehingga distribusi hasil perkebunan sawit kembali lancar dan tidak terganggu.
"Kita berharap pemerintah, Pertamina, dan semua pihak terkait, bisa segera memikirkan solusi atas persoalan ini. Jangan sampai petani menjadi korban kembali," tutup Jamal
BioSolar Sulit Didapat, Petani Kena Imbasnya
Diskusi pembaca untuk berita ini