Seperti telah disinggung di atas, selain menyerap minyak sawit dalam jumlah besar, juga menghemat devisa impor solar, dan meningkatkan nilai tambah CPO.
Sebagai contoh, program B35 di tahun 2023 tercatat menghemat devisa impor BBM sebesar US$7,92 milyar. Pada tahun yang sama, penambahan nilai CPO tercatat sebesar Rp15,85 triliun.
Tak mengherankan jika Prabowo dengan optimistis menargetkan capaian B50 tahun depan akan menghemat devisa impor BBM sebesar US$20 miliar atau Rp303 triliun.
Biodiesel juga menyerap tenaga kerja, dan mereduksi gas rumah kaca. Masih pada 2023, misalnya, tercatat menyerap tenaga kerja on farm sebanyak 1,5 juta dan off farm sebanyak 11.533. Sedangkan gas CO2 yang dicegah mencapai 32,6 juta ton.
Meningkatnya serapan minyak sawit oleh biodiesel praktis menjaga harga TBS sawit pada posisi yang bagus, sehingga meningkatkan kesejahteraan petani sawit, yang turut mendorong geliat ekonomi di sekitar lingkungan mereka, bahkan menjangkau ke luar wilayah domisili mereka.
Pertumbuhan biodiesel terbilang pesat. Dimulai memproduksi B2,5 sebanyak 190.000 kiloliter pada 2008, pada 2023 membukukan jumlah B35 sebanyak 13,15 juta kiloliter, dengan menyerap minyak sawit 10,65 juta ton, atau 45,9% dari total konsumsi minyak sawit dalam negeri.
Jumlah konsumsi minyak sawit untuk biodiesel itu sudah melebihi volume pasokan untuk pangan yang “hanya” 10,3 juta ton, atau 44,4% dari total konsumsi minyak sawit dalam negeri.
Tampaknya, berangkat dari sukses program biodiesel dengan persentase bauran serta volume yang terus ditingkatkan inilah pemerintahan Prabowo akan terus memacu peningkatan tersebut.
Saat ini Kementerian ESDM telah mempersiapkan segala sesuatunya guna menyongsong pelaksanaan B40 pada awal tahun depan sebagai ancang-ancang menuju B50.
Walau pun konsekuensinya adalah meningkatnya kebutuhan pasokan minyak sawit, dan melambungnya subsidi oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), disamping dapat menurunkan volume ekspor.
Target Tinggi Biodiesel di Tengah Problem Sektor Hulu
Diskusi pembaca untuk berita ini