Replanting, Upaya untuk Menjaga Keberlanjutan Industri Kelapa Sawit di Bengkulu.
Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Provinsi Bengkulu menilai replanting salah satu kunci untuk menjaga keberlanjutan industri kelapa sawit di Bengkulu.
Sorotan terbaru dari Tag # Menjaga
Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Provinsi Bengkulu menilai replanting salah satu kunci untuk menjaga keberlanjutan industri kelapa sawit di Bengkulu.
Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit (APKS) Bengkulu Edy Mashuri punya penjelasan ilmiah terkait tudingan Uni Eropa (UE) yang menyebut tanaman sawit sebagai perusak lingkungan.
Rengat, elaeis.co - Petani kelapa sawit yang bernaung dalam Kelompok Tani Karya Serumpun di Kecamatan Batang Gansal, Indragiri Hulu, Riau menganggap bahwa komoditas kelapa sawit ikut serta menjaga lingkungan apabila dikelola dengan baik. Pasalnya, bisa dikatakan hampir seluruh bagian kelapa sawit dapat diolah menjadi berbagai macam produk yang berguna mulai dari buah, pelepah sawit, batang bahkan limbahnya. Ketua Kelompok Tani Karya Serumpun, Juliono, mengatakan bahwa sampai saat ini seluruh anggotanya sebanyak 544 orang dengan luasan lahan 1.048 hektar memanfaatkan limbah turunan kelapa sawit jadi pupuk organik. Seperti janjang kosong untuk kompos, limbah tandan kosong kelapa sawit dijadikan bahan baku Polyester. "Limbah cairnya pun bisa diolah jadi pupuk organik, yang lebih menariknya kalau kita punya peralatan lengkap limbah tadi dapat diproses jadi energi biogas," katanya kepada elaeis.co saat dikonfirmasi, Selasa (6/6). Menurutnya, negara Uni Eropa akan semakin kebakaran jenggot dan terbelalak melihat manfaat turunan kelapa sawit sehingga terus berspekulasi untuk menjatuhkan komoditas ini. Hal itu terbukti dengan kebijakan regulasi European Union Deforestation-Free Regulation (EUDR) yang dinilai diskriminatif dan menghambat akses pasar perdagangan Indonesia ke Uni Eropa. "Eloknya pemerintah kita membalas perlakukan Uni Eropa untuk tidak mengimpor produk asal negara-negara Eropa, jangan sekedar menyampaikan keberatan saja," pungkasnya. Beranjak dari limbah cair kelapa sawit, kali ini beralih ke serabut sawit, cangkang, dan pelepah untuk bahan bakar ketel uap, biogas/bio oil. Kemudian daun diolah jadi pupuk organik, pohon kelapa sawitnya diolah Sandwich laminatiled lumber, dan bahan dasar furnitur. "Jadi pada intinya petani kelapa sawit beserta tanamannya ikut serta menjaga lingkungan. Kalau berbicara peruntukan daging inti buah kelapa sawit jangan ditanya lagi diekstrak menjadi minyak Crude Palm Oil (CPO) dan minyak inti sawit," ungkapnya.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Nono Sampono menegaskan, komitmen Indonesia untuk terus menjaga hutan dengan konsep pembangunan ekonomi hijau berkelanjutan.
Gubernur Riau (Gubri) Drs. H. Syamsuar M.Si. mengatakan, yang paling penting saat ini bagaimana semua pihak satu langkah dan satu tujuan untuk menjaga agar inflasi tetap terkendali.