Bukhari mengatakan, kernel asal Bengkulu banyak diekspor melalui provinsi tetangga seperti Riau, Lampung, dan Sumatera Barat. Menurutnya, hal itu yang membuat belum adanya aktivitas ekspor komoditas itu dari Pelabuhan Pulau Baai tahun ini.
"Karena eksportir komoditas ini belum ada dari Bengkulu, maka banyak diekspor dari provinsi lain, sebab provinsi lain sudah ada yang ekspor bungkil," ujar Bukhari.
Padahal menurut Bukhari, jika Bengkulu mampu melakukan ekspor secara mandiri, tentu saja akan berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah. Sehingga perekonomian masyarakat secara tidak langsung akan ikut meningkat.
"Kalau dari Bengkulu diekspor, pasti berdampak pada peningkatan perekonomian di daerah," tutur Bukhari.
Ekspor Bungkil Sawit di Pelabuhan Bengkulu Kosong, Pengusaha Kirim ke Luar Negeri Lewat Riau
Diskusi pembaca untuk berita ini