Sederet menteri seperti; Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Menteri Perdagangan juga bakal hdari di sana untuk memberikan special address terkait kebijakan dan strategi pemerintah dalam meningkatkan daya saing industri kelapa sawit berkelanjutan. 

Kemarin dalam konfrensi pers, Ketua pelaksana IPOC 2023, Mona Surya mengatakan bahwa animo orang untuk hadir di acara ini masih sangat tinggi. 

Buktinya, sekitar 1500 peserta dari berbagai negara di penjuru dunia, telah menyatakan siap datang ke acara itu. 

"Konferensi ini menawarkan analisis situasi pasar minyak nabati dunia sehubungan dengan peraturan global terkini dan dampaknya terhadap industri minyak sawit, kebijakan minyak sawit Indonesia dan perspektif pasar dari negara-negara importir minyak sawit," terang perempuan yang juga bendaraha umum GAPKI pusat ini.  

Dia tidak sendirian dalam konfrensi pers itu, tapi ditemani oleh Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, Sekretaris Umum GAPKI, Hadi Sugeng, Pembina GAPKI, Joko Supriyono dan Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono. 

Masih di acara nanti, situasi pasokan dan permintaan minyak sawit dunia, juga prospek harga untuk tahun mendatang kata Mona, bakal diulik oleh pembicara-pembicara ahli minyak nabati senior dunia; Thomas Mielke (Oil World), Nagaraj Meda (Transgraph) dan Dorab Mistry (Godrej International Ltd)