Imaduddin menegaskan, momentum penundaan penerapan EUDR harus dimanfaatkan maksimal. “Sekaranglah waktunya memperkuat kapasitas petani kecil, menyederhanakan regulasi, dan menyiapkan dukungan anggaran termasuk bagi program STDB dan peremajaan sawit rakyat,” ujarnya.
Ia menambahkan, peluang besar terbuka melalui sertifikasi, digitalisasi, diversifikasi pasar, dan diplomasi internasional.
Namun tanpa perbaikan di level petani, industri sawit nasional akan terus tersandera masalah lama. Reformasi struktural yang berpihak pada rakyat menjadi jalan satu-satunya agar sawit Indonesia benar-benar berdaulat dan berkelanjutan.
Ruwetnya Sawit Nasional, INDEF Bongkar Solusi
Diskusi pembaca untuk berita ini