Bengkulu, elaeis.co - Rektor Universitas Bengkulu, Retno Agustina Ekaputri, mengumumkan inisiatif baru yang bertujuan mendukung petani sawit di wilayah ini.
Menurutnya, petani sawit di Bengkulu kini memiliki kesempatan untuk berkonsultasi dengan sejumlah dosen di Universitas Bengkulu terkait praktik budidaya tanaman sawit yang benar.
Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan industri kelapa sawit di daerah tersebut.
Dalam keterangannya, Rektor Retno Agustina Ekaputri menekankan pentingnya pengetahuan yang tepat dalam budidaya tanaman sawit.
"Kami ingin memberikan dukungan nyata kepada para petani sawit di Bengkulu. Dengan membuka layanan konsultasi gratis, para petani dapat mendapatkan panduan dan solusi terkait cara terbaik untuk mengelola kebun sawit mereka," ungkapnya, Rabu (13/12).
Layanan konsultasi ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara dunia akademis dan praktisi di lapangan. Dosen-dosen di Universitas Bengkulu siap memberikan pengetahuan yang mereka miliki kepada para petani.
"Langkah ini juga dianggap sebagai upaya universitas untuk turut berkontribusi dalam pengembangan sektor pertanian, khususnya dalam konteks budidaya kelapa sawit," ujar Retno.
Selain itu, Retno menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pendekatan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Ini dilakukan agar bisa meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.
"Kami akan berfokus pada pendekatan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Ini bukan hanya tentang hasil yang optimal, tetapi juga bagaimana kita dapat mencapainya dengan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar," tambah Retno.
Keputusan Universitas Bengkulu untuk memberikan layanan konsultasi gratis ini diharapkan dapat menjadi model bagi institusi pendidikan lainnya untuk terlibat secara aktif dalam pembangunan masyarakat.
Selain itu, diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sektor pertanian untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan di tingkat daerah.
Universitas Bengkulu Buka Layanan Konsultasi Gratis untuk Petani Sawit, Ini Tujuannya
Diskusi pembaca untuk berita ini