Jambi, elaeis.co - Setelah sekitar dua pekan mengalami penurunan, tapi sejak sepekan terakhir pergerakan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di pasaran menunjukkan gejala naik.

"Tapi angka kenaikannya sangat landai, yaitu sekitar Rp50/kg," ujar Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Jambi Kasriwandi kepada elaeis.co melalui sambungan telepon, Selasa (16/5).

Angka kenaikan sebanyak itu, menurut Iwan --panggilan akrabnya--, hampir tidak berarti bila dihadapkan dengan biaya produksi yang tinggi seperti biaya pupuk, upah panen, biaya transportasi dan lainnya.

Yang terpantau mengalami kenaikan, menurut Iwan, adalah TBS sawit mandiri. "Pergerakan harganya antara Rp1.800 sampai Rp2.050/kg di tingkat PKS," terang Iwan.

Sementara harga sawit bermitra, menurut Iwan, sesuai dengan penetapan Dinas Perkebunan setempat, angka terakhir yaitu sebesar Rp2.287,05/kg di tingkat pabrik kelapa sawit (PKS).

Dijelaskan Iwan, karena sebagian besar petani sawit di Jambi merupakan petani kecil dengan penguasaan lahan di bawah 2 hektar, pergerakan harga naik yang rendah dipastikan tidak akan memberi nilai tambah ekonomi yang berarti.

"Apalagi petani itu termasuk kelompok pasif," terangnya. Yaitu petani yang menyerahkan semua proses produksi di kebunnya ke pihak lain, sementara petani itu hanya menerima hasil bersih.

"Jangan salah, di sini ada petani sawit yang hanya menguasai lahan setengah hektar saja," terangnya. Kendati demikian, di bagian lain juga ada petani yang menguasai lahan sampai puluhan hektar.