Produk turunan kelapa sawit, seperti minyak goreng, margarin, dan shortening, juga mendapat perhatian serius. 

Irma Nuranggraini, Export Manager PT AK Goldenesia, menekankan, negara seperti Peru dan Cile belum punya lahan sawit luas. “Produk berbasis kelapa sawit Indonesia diminati karena lebih sehat dan efisien dibanding minyak bunga matahari atau kacang kedelai,” kata Irma.

Selain itu, infrastruktur logistik diperkuat. Pembangunan Pelabuhan Cancay di Peru diperkirakan akan mempercepat distribusi produk Indonesia, menekan biaya pengiriman, dan membuat waktu ekspor lebih efisien.

Dengan kombinasi CEPA, produk unggulan, dan infrastruktur logistik yang mendukung, peluang ekspor Indonesia ke Amerika Latin semakin terbuka lebar. Sektor otomotif, alas kaki, dan produk turunan sawit diproyeksikan menjadi motor utama dalam memperkuat posisi ekonomi nasional di kancah global.

Indonesia kini siap menunjukkan bahwa produk lokal tidak kalah bersaing, bahkan di pasar yang jauh dari Tanah Air. Amerika Latin pun menanti produk RI dengan tangan terbuka.