Rengat, elaeis.co - Dari puluhan korporasi kelapa sawit yang beroperasi di Indragiri Hulu, Provinsi Riau, sepertinya belum terlalu peduli terhadap bangunan peninggalan sejarah sejak zaman Kerajaan Indragiri.
Tetapi tidak untuk perusahan PT Tunggal Perkasa Plantation, anak PT Astra Agro Lestari (AAL) Tbk. Perusahaan ini memugar kawasan pemakaman Sultan Indragiri, yakni makan Sultan Ahmadsyah asal Johor Malaysia di Kelurahan Sekar Mawar, Kecamatan Pasir Penyu.
Ditelisik awal mulanya penemuan makam ini petunjuk seorang habib yang bertemu dengan CDO PT Tunggal Perkasa Plantation, Hadi Sukoco. Habib datang dari Provinsi Jambi tersebut bersilahturahmi usai berziarah di Komplek Makam Raja Indragiri di Desa Kota Lama, Kecamatan Rengat Barat.
"Setelah kami berziarah ke makam Sultan Indragiri, habib bercerita ke saya kalau ada makam sultan lainnya tidak jauh dari lokasi kebun PT Tunggal Perkasa Plantations. Dibantu warga, makam Sultan Ahmadsyah akhirmya ditemukan. Saat ditemukan di nisan makam terdapat tulisan 1812," jelas Hadi Sukoco kepada elaeis.co, Jumat (5/5).
Selanjutnya, penemuan ini disampaikan kepada pengelola Makam Raja Indragiri di Kota Lama, Guntur. Dari keterangan Guntur bahwa Sultan Ahmadsyah ini berkaitan dengan Sultan Indragiri.
"Dari hasil petunjuk mas Guntur itu pulalah manajemen PT TPP melakukan pemugaran makam dengan tidak mengubah nilai historis dan bukti sejarah dari makam tersebut. Saat ini makam tersebut sudah dikeramik dan dipagar. Rencananya kita mau kasih atap, sehingga peziarah nantinya pun tidak kepanasan dan kehujanan," ujarnya.
Sultan Ahmadsyah merupakan salah satu sultan yang diutus dari Kerajaan Indragiri di Johor, Malaysia pada tahun 1812. Sultan Ahmadsyah masih bersaudara dengan sultan yang makamnya ada di Desa Pasir Kelampaian, Kecamatan Sungai Lalak dan Sultan Indragiri dimakamkan persis di depan Mapolres Indragiri Hulu.
'Anak' PT AAL Pugar Makam Sultan Asal Malaysia
Diskusi pembaca untuk berita ini