Jambi, elaeis.co - Peluang pemasaran batang dan pelepas daun sawit yang dirintis DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) disambut antusias oleh banyak pihak, terutama yang bergerak di sektor kelapa sawit.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Apkasindo Provinsi Jambi Kasriwandi, misalnya, menilai hal tersebut sebagai peluang bagi para petani kelapa sawit untuk memperbaiki perenomiannya.
Apalagi bagi petani yang areal perkebunan kelapa sawitnya sedang direplanting, menurut Iwan --panggilan akrab Kasriwandi-- pasokan dana tambahan sangat dibutuhkan untuk menopang perekonomiannya, di saat kelapa sawit yang menjadi andalan perekonomian sedang menjalani proses peremajaan.
"Ini 'kan bisa menjadi tambahan 'darah segar'," kata Iwan kepada elaeis.co melalui sambungan telepon, Selasa (28/2). "Apalagi selama ini batang dan pelepah daun sawit hanya dianggap sebagai limbah."
Tapi kalau kelak wacana itu sudah menjadi sesuatu yang kongkret, Iwan menyarankan agar proses penumbangan dan pengangkatannya dilakukan dengan cepat.
Sebagaimana diketahui, sejumlah pengusaha dari Taiwan dan Amerika Serikat (AS) akan mengambil batang dan pelepah dari kelapa sawit yang telah ditumbangkan petani. Mereka bahkan sudah meninjau langsung bagaimana kondisi batang sawit itu di lokasi kebun yang tengah direplanting.
Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Dr Gulat Medali Emas Manurung mengatakan, ini merupakan peluang yang bagus bagi petani sawit. Menurutnya, hal ini akan membantu petani sawit yang tengah melakukan replanting, terutama petani yang mendapat dana replanting dari Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
Apkasindo Jambi Sarankan Penumbangan dan Pengangkatan yang Cepat
Diskusi pembaca untuk berita ini