Rengat, elaeis.co - Manajemen perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Indri Plant memenuhi janjinya. Pihak perusahaan akhirnya duduk semeja dengan perangkat Desa Punti Kayu, Kecamatan Batang Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau membahas pembangunan kebun plasma kelapa sawit bagi masyarakat sekitar sebesar 20 persen dari total luas HGU.
Dialog berlangsung Kamis (24/2/22) kemarin di Kantor Desa Punti Kayu. Dialog berlangsung panas dan berakhir buntu (deadlock). Pasalnya penjelasan yang disampaikan pihak manajemen PT Indri Plant tidak diterima warga.
Dalam dialog itu, Rudini Silaban sebagai legal perusahaan menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan kemitraan jual beli buah kelapa sawit dengan masyarakat. "Itu sudah termasuk bagian kemitraan," katanya.
Kuasa hukum warga dan kepala desa serta tokoh masyarakat menolak penjelasan tersebut. Bahkan pihak masyarakat menganggap manajemen telah mengakali mereka dengan mendirikan koperasi pada 2020 sebagai tumbal perpanjangan HGU.
Dalam kondisi tersebut beberapa warga terpancing emosinya. Mereka merasa para tokoh Desa Punti Kayu direndahkan dan dibohongi. Akhirnya pertemuan dibubarkan karena dikhawatirkan berdampak hal yang tidak diinginkan.
Perwakilan manajemen PT Indri Plant dikawal oleh pihak kepolisian dan pihak koramil ke mobil saat meninggalkan lokasi untuk mencegah jadi sasaran luapan emosi masyarakat.
Surman, Kades Punti Kayu, usai pertemuan mengatakan, dirinya bersama masyarakat tidak akan mundur dan tetap menuntut pembagian 20 persen atas HGU perusahaan itu.
"Kami akan terus melakukan upaya apapun untuk memperjuangkan hak masyarakat Desa Punti Kayu," tegasnya.
Terpisah, Aziz, manager PT Indri Plant, ketika dikonfirmasi elaeis.co melalui telepon genggam, menampik terjadinya situasi yang memanas saat pertemuan bersama perangkat desa dan tokoh masyarakat Punti Kayu. Tapi dia mengakui rapat itu tidak menghasilkan keputusan apa-apa.
"Iya, hasil pertemuan tadi tidak ada kesimpulan. Sekarang dilanjutkan rapat internal antar manajemen di kantor PT Indri Plant," ungkapnya.
Berlangsung Panas, Dialog Soal Kebun Plasma Berakhir Deadlock
Diskusi pembaca untuk berita ini