Karang Tinggi, elaeis.co - Pemkab Bengkulu Selatan, Bengkulu, meminta kepada seluruh pemerintah desa memaksimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di daerahnya. Salah satunya dengan mendorong BUMDes untuk mendirikan pabrik kelapa sawit (PKS) mini.
Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi mengatakan, pendirian pabrik pengolahan minyak sawit (CPO) mini sangat mungkin dilakukan oleh BUMDes. Sebab, modal untuk mendirikannya tidak semahal PKS skala besar.
"Tentu tidak bisa kalau semuanya pemkab yang melakukannya. Tapi kalau bersama-sama dengan pemerintah desa melalui BUMDes, tentu makin banyak pabrik CPO mini yang bisa berdiri," kata Gusnan, kemarin.
Menurutnya, pemerintah desa jangan hanya mengandalkan BUMDes untuk melakukan kegiatan usaha yang tidak terlalu menghasilkan seperti membuka usaha penyewaan tenda dan sejenisnya. Sebab usaha-usaha seperti itu hanya memberikan pemasukan pada saat-saat tertentu saja.
"Kita lihat BUMDes rata-rata usahanya sama. Sewa tenda, sewa orgen tunggal. Itu kan hanya pada momen-momen tertentu saja, tidak setiap hari ada yang menyewa," tuturnya.
Oleh sebab itu, dia berharap BUMDes lebih kreatif memaksimalkan penggunaan dana desa untuk usaha yang menghasilkan pemasukan yang lebih besar. "Pabrik CPO mini salah satunya," sebutnya.
Menurutnya, biaya untuk mendirikan pabrik CPO mini berkisar antara Rp 250 juta hingga Rp 300 juta. Anggaran sebesar itu lebih terjangkau dibandingkan mendirikan pabrik CPO ukuran besar yang rata-rata memerlukan biaya pembangunan hingga miliaran rupiah.
"Modalnya tidak terlalu besar, saya yakin semua BUMDes bisa melakukannya," tutupnya.
BUMDes Harus Diarahkan Garap Bisnis CPO
Diskusi pembaca untuk berita ini