Pekanbaru, elaeis.co - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengancam akan mengukur ulang luas lahan yang digarap ratusan perusahaan perkebunan di Riau. Pasalnya, ratusan perusahaan perkebunan itu dianggap tidak kooperatif terhadap upaya pemerintah dalam penyelesaian program Satu Peta.

Itu diungkapkan Gubri usai mendengar penjelasan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Zulfadli, saat Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) di Gedung Daerah Provinsi Riau, kemarin.  

Dalam rapat itu, Zulfadli mengungkapkan bahwa dari 272 perusahaan perkebunan di Riau, sekitar 100 perusahaan di antaranya belum masih belum memiliki Izin Usaha Perkebunan (IUP) ataupun peta. Di mana mereka masih belum bisa mengompilasi data, karena tak ada peta-peta sebagaimana yang diminta oleh Pemprov Riau.

"Sebetulnya, saya paling ingin (lahan mereka) diukur ulang. Diukur ulang sajalah, 100 san perusahaan itu. Nanti biar Pemprov yang membiayai pakai APBD. Siapa kena, itu mampus lah dia," kata Gubri. 

"Kalau 100 perusahaan ini diukur ulang luas lahannya, percayalah cakap aku, belum selesai lagi diukur sudah bertukus lumus perusahaan itu ke kantor bapak. Saya inginnya begitu, Pak Sekda. Tidak ada jalan lain, Pak Sekda," sambung Gubri yang kemudian menunjukkan pernyataannya ke Sekdaprov Riau SF Hariyanto yang juga turut hadir dalam pertemuan itu.

Menurut Syamsuar, dengan situasi dan kondisi saat ini, pembuatan petunjuk teknis atau sejenisnya dipastikan akan membutuhkan waktu yang sangat lama. Dia bahkan memperkirakan tak akan selesai hingga 2024.

Dia menyebut, langkah yang paling cepat agar perusahaan perkebunan di Riau ini mau kooperatif hanya dengan mengukur ulang lahan produksi perkebunan mereka.

"Ukur ulang saja agak 10 perusahaan, tak usah lah 10, ada saja beberapa perusahaan yang dilakukan pengukuran ulang, meluncur lah perusahaan itu cari Pak Sekda. Saya pikir, lebih bagus seperti itu," tegas Gubri.