“Kementerian Pertanian melalui Ditjen Perkebunan terus berkomitmen meningkatkan produksi di sub sektor perkebunan untuk memberikan kesejahteraan bagi para pekebun," kata dia. 

"Dari hulu hingga hilir akan diperkuat mulai dari penyiapan benih, budidaya, pasca panen, pengolahan, dan hingga marketing,” kata Heru Tri Widarto menambahkan.

Ia menyadari bahwa berbagai tantangan tentu ada, salah satunya saat ini kondisi tanaman perkebunan yang sudah tua usianya dan diberi sebuah solusi yang jitu.

Yaitu, kata dia lagi, berupa kegiatan PSR yang didanai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit (BPDPKS). Situasi ii merupakan sebuah berkah bagi sub sektor perkebunan.

Lebih lanjut, Heru menyampaikan bahwa komitmen Menteri Pertanian untuk mendorong hilirisasi di sektor perkebunan.

Beberapa waktu lalu Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, melakukan soft launching implementasi B50 di Kalimantan Tengah. 

“Indonesia menguasai 58 persen Crude Palm Oil (CPO) atau sawit di dunia, kekuatan pangan dan biodiesel ada di Indonesia, potensi ini perlu dikelola dengan baik,” tegas Mentan kala itu.