Program biofuel, dikatakan Eddy dapat menjadi strategi baik dalam menyeimbangkan kenaikan produksi dengan peningkatan pasar baru bagi penyerapan sawit.

"Indonesia telah berkomitmen untuk memperluas dan menciptakan lebih banyak pasar domestik untuk produk hilir kelapa sawit," urai Eddy.

Eddy menjelaskan bahwa program biodiesel telah digunakan hampir di setiap wilayah tanah air. Produsen biodiesel ada di 12 provinsi di seluruh tanah air dengan total produksi lebih dari 10 Juta KL. 

Eddy juga menegaskan bahwa konsistensi pemerintah Indonesia dalam mengimplementasikan program biofuel dalam satu dekade terakhir, telah berdampak pada stabilitas CPO dan harga biodiesel.

"Program B30 meyakinkan permintaan terhadap CPO domestik stabil. Ini juga berkontribusi pada kepastian pasokan energi domestik di saat pasokan energi dunia menipis," pungkasnya.