Banten, elaeis.co - Banten menjadi salah satu provinsi dengan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawitnya terendah di Indonesia. Bahkan saat ini saja harga TBS di wilayah itu hanya Rp1.900/kg.
Menurut Ketua Aspekpir Banten, M Nur, perihal ini lantaran pemerintah Banten belum melakukan penetapan harga seperti provinsi lain. Sebab belum ada Peraturan Gubernur (Pergub) yang menjadi patokan penetapan tadi.
"Saat ini petani hanya menerima harga yang ditetapkan oleh perusahaan kelapa sawit saja," ujarnya kepada elaeis.co, Minggu (14/5).
Bukan hanya itu, harga yang ditetapkan juga bervariasi antara PKS satu dan lainnya. Malah juga tidak ada perbedaan baik itu petani plasma maupun petani swadaya.
"Kalau dari sisi kualitas, hasil kebun kita tidak berbeda dengan kebun perusahaan, baik itu mandiri maupun plasma. Namun karena tidak ada pergub maka tidak ada pula uji rendemen untuk menetapkan harga tadi," cetusnya.
Ia berharap pemerintah melihat kondisi ini. Padahal, menurut dia, sangat sedikit kebun yang tergolong tidak produktif lantaran menggunakan bibit tidak bersertifikat.
Meski begitu, kata M Nur, harus ada penetapan harga sehingga tidak lagi berpatokan dengan yang ditetapkan pemerintah. "Kalau dibanding provinsi lain memang kata mereka berbeda kualitasnya. Tapi kan harus dibuktikan dengan uji rendemen," tegasnya.
Kondisi ini, lanjutnya, menjadi salah satu langkah perjuangan Aspekpir Banten ke depan. Sebab kepengurusan Aspekpir Banten juga baru dikukuhkan beberapa waktu lalu.
"Ini jadi program prioritas kita saat ini. Tetu ada juga program-program lainnya," bebernya.
Harga Kelapa Sawit di Banten Masih Ditetapkan Perusahaan
Diskusi pembaca untuk berita ini