Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas keberhasilan perguruan tinggi tersebut membangun sinergi dengan dunia industri dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pengembangan teknologi yang mendukung kemajuan sektor sawit.

Tak hanya lembaga, penghargaan juga diberikan kepada CEO Elaeis Media Group, Abdul Aziz dalam kategori Pemerhati Regulasi Petani Sawit Indonesia. 

Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasinya dalam mengawal berbagai isu strategis perkebunan kelapa sawit, khususnya mendorong lahirnya regulasi yang berpihak kepada pekebun sawit serta memperkuat posisi petani dalam pembangunan industri sawit nasional.

Ketua Panitia SIEXPO 2026, Qoyuum Amri, mengatakan penghargaan yang diberikan merupakan bentuk penghormatan kepada individu maupun institusi yang selama ini memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan industri kelapa sawit Indonesia.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan SIEXPO yang kini memasuki tahun keempat tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, asosiasi, pelaku usaha, akademisi, organisasi petani, hingga mitra industri yang terus membangun kolaborasi.

"Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam memajukan industri sawit dan mendukung terselenggaranya SIEXPO 2026," kata Qoyuum.

Ia menambahkan, semangat kolaborasi menjadi fondasi penting bagi industri sawit Indonesia untuk terus tumbuh di tengah berbagai tantangan global, mulai dari isu keberlanjutan, peningkatan produktivitas, hingga penguatan daya saing di pasar internasional.

Pemberian penghargaan menjadi salah satu rangkaian pembukaan SIEXPO 2026 yang tahun ini mengangkat tema "Kolaborasi, Inovasi, dan Resiliensi Industri Sawit". 

Tema tersebut mencerminkan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat industri sawit melalui kerja sama lintas sektor, penerapan inovasi, serta penguatan ketahanan industri menghadapi dinamika ekonomi global.

Selama tiga hari penyelenggaraan, mulai 6 hingga 8 Agustus 2026, SIEXPO menghadirkan berbagai agenda, mulai dari pameran produk dan teknologi, forum diskusi, seminar, business matching, hingga temu pelaku usaha yang mempertemukan pemerintah, perusahaan, pekebun, akademisi, penyedia teknologi, dan organisasi perkelapasawitan.

Ajang tahunan yang kini memasuki penyelenggaraan keempat tersebut diharapkan mampu menjadi wadah lahirnya kolaborasi baru yang mendorong peningkatan produktivitas, hilirisasi, dan keberlanjutan industri sawit Indonesia yang selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional.

Pembukaan SIEXPO 2026 turut dihadiri Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau Supriadi, perwakilan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), pelaku usaha, organisasi perkelapasawitan, akademisi, serta peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.

Melalui pemberian penghargaan tersebut, SIEXPO 2026 ingin menegaskan bahwa kemajuan industri sawit tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi atau produksi, tetapi juga oleh kontribusi nyata dari individu, institusi pendidikan, pelaku usaha, dan pemerhati yang terus menghadirkan inovasi, memperkuat regulasi, serta membangun kolaborasi demi mewujudkan industri kelapa sawit Indonesia yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.