Bengkulu, elaeis.co - Pupuk injeksi sangat aman digunakan pada pohon kelapa sawit. Bahkan saat ini banyak petani di sejumlah daerah telah menerapkan penggunaan pupuk dengan metode injeksi.

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Jon Yawahar mengatakan, kelapa sawit termasuk tanaman monokotil yang memiliki pembuluh tapis yang tersebar merata seluruh batang. Hal itu memungkinkan unsur hara bisa ditransfer langsung oleh pembuluh tapis ke seluruh jaringan tanaman.

"Berbeda dengan tumbuhan dikotil yang penyerapan unsur haranya menggunakan akar," kata Jon, kemarin.

Jon menjelaskan, karena kelapa sawit merupakan tumbuhan monokotil, maka pemberian pupuk dengan cara injeksi ke dalam batang akan langsung terserap oleh pohon kelapa sawit berkat jaringan tapis tersebut.

"Kelapa sawit sangat bagus menerapkan pupuk injeksi karena merupakan tumbuhan monokotil. Jadi pupuknya pasti 100% terserap," ujarnya. 

Menurutnya, dengan metode injeksi, petani kelapa sawit rata-rata hanya menggunakan 12 kilogram pupuk per hektare per tahun. Ditambah lagi, pupuk injeksi bisa diaplikasikan pada musim apapun.

"Banyak keuntungan dari pupuk injeksi ini, makanya kita dorong seluruh petani kelapa sawit di Bengkulu menerapkan pupuk injeksi batang," ungkapnya.

Penggunaan pupuk injeksi batang juga bertujuan untuk menjaga kualitas tanah. Sebab penggunaan pupuk kimia yang ditabur secara berlebihan bisa merusak tanah dan tidak ramah bagi lingkungan.

"Banyak alasan kami kenapa lebih merekomendasikan pupuk injeksi batang ketimbang memakai pupuk kimia, karena ini ramah lingkungan dan tidak merusak tanah," tuturnya.

Selain itu, pemupukan secara konvensional juga mengakibatkan penguapan, bleacing oleh hujan, dan diserap oleh tanaman lain seperti gulma dan sebagainya. Oleh sebab itu, pengggunaan pupuk injeksi batang lebih baik dibandingkan pupuk secara konvensional.

"Kalau dibandingkan pupuk konvensional, tentu saja pupuk dengan metode injeksi batang lebih unggul dan menguntungkan," tutupnya.