Pekanbaru, elaeis.co - Kepala Kepolisian Darah (Kapolda) Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal mencemaskan faktor kelalaian manusia sebagai salah satu penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau.

"Hal ini dilakukan oleh oknum dengan kebiasaan membuang puntung rokok, dan sampah botol kaca," kata Kapolda saat pengumuman Status Siaga Darurat Kebakaran Lahan dan hutan atau Karhutla, pada Rabu (15/2/2023) malam, yang disampaikan Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar.

"Lalu adanya oknum masyarakat yang kurang peduli, cenderung menutup-nutupi adanya titik api, dan adanya aktifitas illegal loging," tambahnya, melalui keterangan resmi Humas Pemprov Riau.

Sebelumnya Kapolda menjelaskan, melalui analisa yang telah dilakukan pihaknya, permasalahan karhutla memiliki berbagai faktor. Selain faktor manusia, menurutnya, juga faktor alam.

Dari faktor alam, menurut Kapolda, antara lain lahan gambut yang sulit dipadamkan, kurangnya ketersediaan sumber air untuk pemadaman, dan musim kemarau yang memicu timbulnya titik api.

Kapolda Riau mengajak setiap pihak untuk menguatkan sinergitas serta kepedulian dalam penaganan kebakaran hutan dan lahan di Bumi Lancang Kuning.

“Dengan sinergitas serta kerja sama instansi terkait dan dibantu peran aktif dalam penangan karhutla, insyaalah kita bersama dapat mewujudkan Riau bebas asap tahun 2023," pungkasnya.