Pekanbaru, elaeis.co - Siapapun yang mendengar omongan tiga lelaki ini, pasti akan langsung kecantol memakai bibit kelapa sawit; Topaz.
Sebab sudahlah produksinya moncer, tahan pula terhadap serangan penyakit Ganoderma yang belakangan jadi momok di perkebunan kelapa sawit.
Soal produksi tadi, simak saja apa yang dibilang Ketua KUD Bhakti Mandiri Desa Bukit Harapan, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, Provinsi Riau ini. Namanya Sukron.
Dalam acara halalbihalal bersama Insan Pers Riau di Swiss-Bellinn SKA Pekanbaru kemarin itu, dia bilang kalau sekarang tanaman sawit di kebun mereka yang bermitra dengan Asian Agri itu, sudah berumur 43 bulan.
"Nah, di umur 30 bulan, produksi rata-rata kami sudah di angka 1,6 ton per hektar per bulan," jebolan Teknik Informatika Universitas Malikulsaleh Aceh Utara, Aceh ini sumringah.
Kebun yang dibilang Sukron tadi adalah hasil replanting yang dilakukan dua tahap. Pertama 386 hektar dan kedua 200 hektar.
Ketua KUD Bhakti Mandiri Desa Bukit Harapan, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Sukron. foto: dok. Asian Agri
Kalau Radius, salah seorang petani swadaya Asian Agri di Desa Sotol, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau, malah sudah memakai Topaz sejak tahun 2012 silam.
"Waktu itu saya ketemu dengan salah seorang tim Asian Agri. Dikenalkanlah bibit Topaz itu dan langsung saya beli," kenangnya.
Saat tanaman berumur 4 tahun kata Radius, hasil per hektar perbulan kebunnya sudah 2,5 ton. Tanaman di atas 6 tahun malah sudah 3-3,5 ton per hektar per bulan.
Radius, salah seorang petani swadaya Asian Agri di Desa Sotol, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau. foto: dok. Asian Agri
Yang membikin Radius makin nyaman, sejak dia menanam benih Topaz tadi, dia selalu mendapat pendampingan dari Asian Agri biar hasil yang didapat Radius optimal. "Dan hasilnya benar-benar saya rasakan," ujarnya.
Yang membikin unik, ternyata Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) cabang Riau, Raja Isyam Azwar juga menanam bibit Topaz.
"Saya juga ikut merasakan manfaat bibit unggul Topaz itu. Saya berharap, kepedulian Asian Agri berkelanjutan dan bisa dirasakan terus oleh petani dan kawan-kawan media," katanya.
Lantaran halalbihalal tadi bertemakan Insan Pers Riau, Regional Head Riau Asian Agri, Pengarapen Gurusinga yang membuka acara itu menjelaskan bahwa bagi Asian Agri, media massa berperan penting untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi industri kelapa sawit.
"Lantaran itu, Asian Agri berkomitmen memberikan informasi akurat dan menyelenggarakan diskusi untuk meningkatkan pemahaman tentang industri kelapa sawit," ujarnya.
Lelaki ini kemudian menjelaskan bahwa selain filosofi 5C yang dimiliki oleh Asian Agri; (Community, Country, Climate, Costumer, dan Company), perusahaan juga berkomitmen membangun operasi berkelanjutan serta visi Asian Agri 2030 yang fokus pada empat pilar strategis; kemitraan dengan petani, pertumbuhan inklusif, iklim positif, dan produksi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Kecantol Topaz
Diskusi pembaca untuk berita ini