Jakarta, elaeis.co - Mengatasi permasalahan harga TBS yang anjlok hingga Rp1000/kg, Menteri Peradangan (Mendag) Zulkifli Hasan mematok Harga Eceran Tertinggi (HET) kelapa sawit sebesar Rp1600/kg. Langkah ini didukung sedikitnya 75 perusahaan yang setuju membeli kelapa sawit seharga patokan tersebut.

Namun di lapangan kenyataannya justru berbeda. Salah satunya di wilayah Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur. Di wilayah ini memang pabrik sudah memulai melakukan pembelian dengan harga HET tadi yakni Rp1600/kg. Namun sayangnya perusahaan justru menaikan potongan grading TBS hingga 30%.

"Artinya ya sama saja. Jadi kebijakan percuma diterapkan," terang Ketua DPD APKASINDO Kukar, Daru Widiyatmoko kepada elaeis.co, Selasa (28/6).

Potongan itu naik hampir 10 kali lipat dari sebelumnya. Dimana sebelumnya perusahaan hanya menetapkan potongan sebesar 2,5-4%.

Saat ini kata Daru pihaknya masih menunggu keputusan dari DPP APKASINDO. Kemudian tentu hanya tinggal menunggu komando untuk kembali gelar aksi di Gedung Kemendag seperti beberapa waktu lalu.

"Kita akan kembali minta kejelasan dan kepastian. Saat ini tinggal menunggu komando saja. Sebab petani sudah hampir putus asa," singkatnya.