Berau, elaeis.co – Aroma cokelat premium dunia ternyata tak hanya lahir dari Eropa, tapi juga dari tanah tropis di ujung Kalimantan Timur. Kakao asal Kabupaten Berau kini makin kuat menancapkan posisi di pasar global setelah berhasil menembus rantai pasok industri cokelat kelas dunia, termasuk produsen ternama asal Valrhona di Prancis.
Baca Juga: Coba 8 Trik Ini, Pohon Kakao Tua Jadi Mesin Uang Lagi
Prestasi ini bukan sekadar cerita ekspor biasa. Data pengiriman menunjukkan, sebanyak 10 ton biji kakao Berau telah dikirim langsung ke Valrhona. Perusahaan ini dikenal sebagai salah satu pemain utama cokelat premium dunia yang sangat ketat dalam memilih bahan baku, terutama soal konsistensi rasa, aroma, dan proses pascapanen.
Tak berhenti di situ, momentum penguatan pasar juga terjadi di Eropa. Dalam sebuah pameran dagang di Belanda, kakao Berau kembali mencuri perhatian pelaku industri cokelat.
Hasilnya, tercapai kesepakatan kerja sama dengan komitmen pasokan mencapai 50 ton per tahun. Angka ini menjadi sinyal bahwa permintaan tidak lagi bersifat uji coba, melainkan mulai masuk ke jalur suplai berkelanjutan.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa kakao daerahnya saat ini berada pada kategori kualitas tertinggi di Indonesia. Menurutnya, kekuatan utama kakao Berau terletak pada karakter rasa yang khas serta konsistensi hasil fermentasi yang mulai memenuhi standar industri cokelat global.
“Permintaan terus meningkat, bukan hanya dari Eropa, tetapi juga dari berbagai negara lain. Ini menunjukkan bahwa kakao Berau sudah diterima di pasar premium dunia,” ujarnya, Jumat (10/4).
Di luar Eropa, permintaan juga datang dari Asia. Jepang disebut meminta pasokan hingga 500 ton per tahun, menjadikannya salah satu pasar potensial terbesar bagi kakao Berau. Sementara itu, Swiss juga tercatat memiliki permintaan sekitar 50 ton per tahun, memperkuat posisi komoditas ini di segmen cokelat mewah dunia.
Fenomena ini menunjukkan adanya perubahan peta perdagangan kakao, di mana daerah penghasil tidak lagi hanya bersaing pada volume, tetapi juga pada kualitas spesifik yang dibutuhkan industri cokelat premium.
Kakao Berau menjadi salah satu contoh bagaimana standar pascapanen, terutama fermentasi dan pengeringan, menjadi faktor penentu harga dan daya saing.
Di sisi lain, pemerintah daerah bersama pelaku usaha terus mendorong penguatan rantai pasok dari hulu ke hilir. Tantangan terbesar bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi menjaga konsistensi mutu di tingkat petani. Karena dalam industri cokelat premium, sedikit saja perubahan rasa bisa memengaruhi keputusan pembelian buyer global.
Sinergi juga diperkuat dengan keterlibatan eksportir profesional seperti PT KHASS yang berperan dalam menjaga kualitas saat proses distribusi. Upaya ini menjadi penting mengingat pasar premium seperti Eropa sangat sensitif terhadap standar kualitas dan keberlanjutan produk.
Selain fokus pada ekspor bahan mentah, pemerintah Kabupaten Berau juga mulai menyiapkan arah baru melalui hilirisasi. Salah satu rencana yang disiapkan adalah pengembangan agrowisata kakao.
Konsep ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus membuka ruang edukasi bagi masyarakat dan wisatawan tentang proses produksi kakao dari kebun hingga menjadi cokelat siap konsumsi.
Langkah ini menjadi penting di tengah tren global yang semakin mengarah pada sustainability dan traceability. Konsumen internasional kini tidak hanya membeli produk, tetapi juga cerita di baliknya—dari siapa petaninya, bagaimana prosesnya, hingga dampak sosialnya.
Kakao Berau kini seperti sedang berdiri di persimpangan penting. Di satu sisi, permintaan dunia terus mengetuk pintu dengan volume yang semakin besar. Di sisi lain, tantangan menjaga kualitas tetap stabil menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa diabaikan.
Namun satu hal jelas, posisi kakao Berau sudah tidak lagi berada di pinggir peta. Ia mulai berada di pusat perhatian industri cokelat dunia, mengalir dari kebun-kebun sederhana di Kalimantan Timur menuju rak-rak cokelat premium di Paris, Amsterdam, hingga Zurich. Dan dari sana, cerita manis ini masih terus berkembang.
Kualitas Kelas Dunia, Kakao Berau Diburu Prancis, Belanda, Hingga Swiss
Diskusi pembaca untuk berita ini