Bengkulu, elaeis.co - Sebanyak 11.000 ton cangkang sawit dari Bengkuku dikirim ke Jepang melalui Pelabuhan Pulau Baai  Maret lalu, dengan nilai pembelian sebesar Rp1,73 miliar

Kepala Bea dan Cukai Bengkulu Ardhani Nasryasti mengatakan pihaknya pada bulan ini mengeluarkan 3 dokumen pemberitahuan ekspor barang (PEB) dari PT Inti Persada.

Menurutnya, ekspor tersebut merupakan bagian dari kontrak kerjasama PT Inti Persada dengan salah satu importir di Negara Jepang dengan total kontrak 132 ton sepanjang 2023.

Dengan adanya PEB ekspor cangkang sawit tersebut, membuat realisasi bea keluar tumbuh 24,9 persen. "Ini merupakan pertumbuhan yang positif dibanding bulan sebelumnya," kata dia, kepada elaeis.co, Rabu (26/4) kemarin.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Cangkang Sawit Indonesia (APCASI) Deswan Hardjo Putra mengatakan, nilai ekspor sawit Bengkulu untuk 2023 sebesar Rp359 miliar.

Ini merupakan bagian dari kontrak kerja sama yang ditandatangani pada akhir 2022 dengan total ekspor Rp2,3 triliun untuk jangka panjang.

Selain Bengkulu, ekspor cangkang sawit ini juga berasal dari wilayah Aceh, Sumut, Riau, Palembang, Padang, Lampung, Kalimantan, dan Sulawesi.

Dengan begitu, Provinsi Bengkulu akan menerima pandapatan melalui Dana Bagi Hasil atau SBH melalui pajak ekspor sebesar 60 persen dari pajak yang disetorkan ke negara.

"Setidaknya akan masuk ke kas daerah sebagai pendapatan dari sektor pajak ekspor cangkang sawit ini sebesar Rp 12 miliar. Mudah-mudahan ini berlangsung tanpa hambatan hingga akhir masa kontrak," harap Deswan.