Pekanbaru, elaeis.co - Santer terdengar ada dugaan permasalahan pengadaan bibit kelapa sawit di Kabupaten Bengkalis tahun 2022. Bahkan penyidik Polda Riau sampai turun melakukan pengecekan terhadap kuasa pengguna anggaran beberapa waktu lalu.

Bantuan benih kelapa sawit itu disalurkan kepada 7 kelompok tani di Negeri Sri Kunjungan itu. Dimana CV Cahaya Tunas Unggul memenangkan 5 proyek pengadaan di Kecamatan Bengkalis. Sedangkan untuk Kecamatan Bantan dimenangkan dua perusahaan yang berbeda, terhadap dua pengadaan bibit tersebut.

Sebelumnya diberitakan bahwa sejumlah staf Dinas Perkebunan Bengkalis diperiksa Penyidik Polda Riau. Namun hal ini dibantah oleh Kadisbun Bengkalis, Mohammad Azmir. Ia mengatakan penyidik hanya sebatas melakukan pengecekan laporan saja.

"Belum (pemeriksaan), mereka baru mengecek laporan apakah fiktif atau tidak. Itu aja," katanya kepada elaeis.co, Sabtu (21/10).

Meski begitu,  ia membenarkan bahwa penyidik Polda Riau turun langsung mengecek kebenaran dugaan yang dilaporkan oleh salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tersebut.

Azmir juga membantah jika kehadiran Aparat Penegak Hukum (APH) tadi  menakut-nakuti petani. "Tidak lah (menakut-nakuti)," imbuhnya 

Untuk diketahui, pengadaan bibit kelapa sawit tersebut  bersumberkan dari dana APBD murni, dan satu paketnya melalui APBD Perubahan tahun 2022. Sayangnya Azmir tidak merinci berapa jumlah total bibit yang disalurkan kepada petani tersebut.