Aceh, elaeis.co - Hingga saat ini cangkang kelapa sawit belum masuk hitungan penjualan sawit di Provinsi Aceh. Padahal cangkang kelapa sawit bernilai ekonomis tinggi lantaran merupakan bahan baku biomassa.

Sekretaris DPW Apkasindo Aceh, Fadhli Ali, mengatakan jika cangkang kelapa sawit itu dihargai dan masuk dalam penetapan harga TBS sawit, maka sedikitnya akan mendongkrak penetapan harga tandan buah segar (TBS) sawit sampai 2%.

Artinya, harga kelapa sawit di Aceh akan cenderung lebih tinggi ketimbang penetapan periode ini, yang Aceh Timur hanya Rp2.147/kg dan Barat Rp2.133/kg.

"Potensi cangkang kelapa sawit sangat besar. Dalam setahun saja di Indonesia dihasilkan 11 juta ton," bebernya.

Lanjutnya, saat ini pemerintah juga tengah menggenjot ekspor cangkang ke Jepang dan beberapa negara lainnya. Untuk itu ia berharap cangkang kelapa sawit masuk dalam hitungan penetapan harga di Aceh.

Kemudian Fadhli juga mengungkapkan harga kelapa sawit di lapangan kini rata-rata Rp1.800-1.900/kg. Padahal seharusnya, menurut Fadhli, harga tersebut di atas Rp2.000. Sebab harga CPO beberapa pekan belakangan terus mengalami kenaikan hingga dibeli sebesar Rp11.065/kg.

"Ini kan masih timpang. Kalau harga CPO tembus Rp11.065/kg, seharusnya harga TBS kelapa sawit sampai Rp2.200/kg," paparnya.

Harga itu, lanjut dia, sudah sesuai asumsi rendemen sebesar 20%. Namun ia menyayangkan belum ada PKS yang membeli sesuai dengan harga CPO tadi.

"Kondisi ini tentu membuat petani kecewa. Sebab selalu menerima harga lebih rendah ketimbang provinsi lain," imbuhnya.

Dari data yang dikumpulkannya, dari 60 PKS yang beroperasi di Aceh, hanya 5 PKS yang membeli kelapa sawit dengan harga kisaran Rp1.900/kg. Dimana paling tinggi di wilayah Aceh Singkil yakni sebesar Rp1.950/kg.

"Aceh Timur paling rendah, yakni hanya Rp1.770/kg," tandasnya.