Rengat, elaeis.co - Serangan hama tanaman perlu diwaspadai dan segera dikendalikan. Pasalnya, hama tidak hanya dapat merusak tanaman, namun juga bisa membuat tanaman mati. 

Hama yang kerap menyerang tanaman kelapa sawit adalah kumbang tanduk (Oryctes Rhinoceros). Bagian pada pupus daun yang belum membuka berlobang yang dimulai dari pangkal pelepah daun. Itu terlihat pada saat pupus daun mulai membuka yakni potongan simetris di kedua sisi pelepah daun muda. 

Akibat serangan hama tersebut, dapat menghambat pertumbuhan kelapa sawit dan mematikan tanaman di tahun pertama. Berbagai jurus dilakukan pekebun sebagai upaya pengendalian yang disinyalir ampuh usir kumbang yakni menggunakan pasir. 

Pasir diyakini pekebun Desa Danau Baru, Kecamatan Rengat Barat, Indragiri Hulu, Riau, yang sudah dua tahun menerapkan material tersebut. 

"Intinya yakin, sayapun awalnya tidak percaya ilmu dari kawan ini, setelah diterapkan berhasil rupanya," kata Robin kepada elaeis.co, Selasa (7/11). 

Dia menjabarkan, kehadiran pasir yang ditabur mulai dari pucuk batang pohon kelapa sawit umur tanam 2 -3 tahun hingga turun ke sela-sela pelepah batang dapat menghambat kumbang tanduk yang menempel pada pucuk daun saat bekerja. 

"Saya memprediksi kumbang tanduk risih terkena pasir yang gugur, apalagi sempat butiran itu masuk pada bagian badan spesies yang berbentuk badak tersebut," terangnya. 

Dengan adanya temuan itu, ongkos perawatan kebun Robin sedikit ringan berkat menggunakan pasir dan kebun kelapa sawitnya terhindar dari spesies kumbang tanduk. Sebelumnya, dia kelimpungan mengakali hama tersebut ditambah lagi harga racun terbilang mahal. 

"Petani lain yang ingin mengikuti langkah ini silahkan, berbagi informasi tidak akan mengurangi penghasilan atau rugi ilmu, sesama petani sukses kan indah," ungkapnya.