"Di Bengkulu kan banyak Pabrik Kelapa Sawit (PKS) bilang CPO mereka belum terserap, belum terjual semua. Nah, kita minta program B40 dipercepat, dengan begitu CPO di pabrik-pabrik bisa cepat habis," tambahnya.

Menurutnya, pemerintah harus sigap mengatasi permasalahan CPO yang masih banyak menumpuk di pabrik-pabrik kelapa sawit. Sebab, yang dirugikan adalah petani swadaya karena tidak ada kepastian pembelian produk TBS mereka.

"Kalau petani plasma atau petani kemitraan, sudah ada PKS yang membeli TBS mereka," sebutnya.

Ia mengatakan, harga TBS petani swadaya saat ini di Bengkulu masih rendah, masih di bawah harga ketetapan disbun Rp 1.880 per kilogram.

"Kita berharap dengan percepatan program B40 harga TBS kembali ke harga di atas Rp 2.500 per kilogram," tutupnya.