Jakarta, elaeis.co - PT Eagle High Plantations Tbk, emiten perkebunan sawit di Bursa Efek Indonesia dengan kode BWPT, membukukan laba bersih Rp 177,02 miliar per 31 Desember 2023. Capaian itu melonjak 912,84 persen dibanding tahun 2022 yang hanya Rp 17,47 miliar.

Kenaikan laba bersih perseroan didorong oleh manfaat pajak bersih yang meningkat dari posisi Rp 127,56 miliar di 2022 menjadi Rp 284,12 miliar sepanjang tahun 2023.

Uniknya, pendapatan usaha perseroan justru turun 8,07 persen secara year-on-year (YoY). Dari Rp 4,57 triliun di tahun 2022 menjadi Rp 4,20 triliun di tahun 2023.

Pendapatan usaha tersebut masih ditopang oleh minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) yang mencapai Rp 3,81 triliun atau turun 4,57% secara tahunan. Kemudian disusul oleh inti kernel senilai Rp 322,80 miliar yang turun 27,72% dari penjualan tahun sebelumnya sebesar Rp 446,51 miliar, serta tandan buah segar (TBS) sebesar Rp 70,29 miliar. 

Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip Kamis (7/3), perseroan berhasil memangkas beban pokok penjualan 11,15 persen jadi Rp 3,14 triliun dibanding akhir 2022 senilai Rp 3,54 triliun. Sehingga laba kotor perseroan naik tipis 2,49 persen jadi Rp 1,05 triliun dari sebelumnya di angka Rp 1,03 triliun.

Perseroan mencatat beban usaha turun 4,50 persen jadi Rp 353,68 miliar dibanding Rp 370,34 miliar pada akhir 2022. Beban usaha tersebut terdiri atas beban umum dan administrasi sebesar Rp 220,96 miliar serta beban penjualan senilai Rp 132,71 miliar.

Beban umum dan administrasi pada 2023 naik tipis dibanding 2022 sebesar Rp 212,44 miliar. Sementara pos beban penjualan turun 15,94 persen dari sebelumnya Rp 157,90 miliar.

Laba usaha naik jadi Rp 703,46 miliar dari sebelumnya Rp 661,10 miliar. Pos rugi sebelum pajak senilai Rp 124,15 miliar, naik dari sebelumnya Rp 114,93 miliar.

Laba tahun berjalan melesat ke angka Rp 159,97 miliar dari tahun sebelumnya hanya Rp 12,63 miliar. Imbasnya, laba per saham dasar naik jadi Rp 5,68 per lembar dari sebelumnya Rp 0,55 per lembar saham.

BWPT berhasil memangkas utang atau liabilitas menjadi Rp 7,99 triliun dari sebelumnya Rp 10,17 triliun. Ekuitas naik menjadi Rp 2,19 triliun dari Rp 2,04 triliun. Sementara aset turun jadi Rp 10,18 triliun dibanding akhir 2022 senilai Rp 12,22 triliun.