Bengkulu, elaeis.co - Real Estate Indonesia (REI) menyebutkan bahwa tantangan terbesar dalam memasarkan perumahan di Bengkulu adalah banyaknya warga yang memiliki tanah luas. Petani kelapa sawit, misalnya, rata-rata memiliki lahan minimal 1 hektare.
Ketua Umum DPP REI, Paulus Totok Lusida mengatakan, petani kelapa sawit bukan menjadi target penjualan rumah subsidi di Bengkulu. Dengan tanah yang luas, petani tentu tidak memiliki keinginan untuk membeli rumah subsidi.
"Itu tantangan kita di Sumatera termasuk Bengkulu, rata-rata punya warisan tanah yang luas," kata Totok saat mengunjungi Rakerda REI di Kota Bengkulu, kemarin.
Menurut Totok, selain karena punya tanah luas, petani sawit juga terkadang tidak tertarik membeli dengan cara diangsur.
"Segmen rumah subsidi ini memang bukan untuk petani yang punya lahan luas, tapi mereka yang memiliki penghasilan rendah, itu target kami," tuturnya.
Ia mengaku, masyarakat berpenghasilan rendah yang menjadi target REI yakni masyarakat yang memiliki pendapatan atau gaji tetap. Di mana mereka nantinya bisa mengangsur cicilan setiap bulannya.
"Rata-rata permintaan banyak dari kalangan PNS maupun Polri, jadi fokus penjualannya ke situ," ujarnya.
Ke depan REI akan menyasar segmen masyarakat dengan pendapatan yang rendah. Sebab mereka rata-rata belum memiliki rumah.
"Itu yang akan kami kejar, kalau petani kelapa sawit itu tidak mungkin karena rata-rata mereka bangun rumah sendiri," tutupnya.
Petani Sawit Bukan Target Pasar Rumah Subsidi
Diskusi pembaca untuk berita ini