Bengkulu, elaeis.co - Bank Rakyat Indonesia (BRI) meminta petani kelapa sawit di Bengkulu memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sebab dengan memanfaatkan kredit ini memungkinkan petani sawit dapat mengajukan pinjaman hingga Rp 250 Juta dengan suku bunga yang rendah, yaitu 0,9 persen.
Pimpinan BRI Cabang Bengkulu, Tunjung Yudho Wahono mengungkapkan, KUR memberikan alternatif pinjaman dengan batas maksimal yang cukup besar, serta angsuran yang terjangkau, dimulai dari Rp 40 ribu. Menariknya adalah batas pinjaman yang diberikan mencapai Rp 250 juta, serta angsuran yang ringan.
"Ini menjadikan KUR sebagai pilihan yang menarik untuk mendukung kebutuhan para petani dan sektor usaha lainnya di Bengkulu," kata Tunjung, Rabu 28 Februari 2024.
Ia mengaku, telah menyiapkan KUR sebagai alternatif pinjaman dengan suku bunga yang kompetitif. Hal ini memberikan peluang bagi petani kelapa sawit di Bengkulu untuk mengakses dana dengan biaya yang lebih terjangkau, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor ekonomi di daerah ini.
"Kami ajak petani sawit memanfaatkan Kupedes ini karena bunganya ringan dan pinjamannya juga besar," tutur Tunjung.
Baca Juga: Pupuk Subsidi Jangan Dijual ke Petani Kelapa Sawit
Ia menjelaskan, KUR BRI dirancang untuk membantu memenuhi berbagai kebutuhan petani sawit. Selain itu, program ini juga menawarkan fleksibilitas agunan yang tidak harus sertifikat rumah.
"KUR memang dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan petani dengan agunan yang fleksibel," tutur Tunjung.
Dalam rangka mendorong kepatuhan pembayaran, Bank BRI memberikan bonus uang tunai kepada mereka yang melunasi cicilan tepat waktu. Rentang suku bunga untuk KUR BRI 2024 bervariasi antara 0,9 persen hingga 1,2 persen, dengan biaya administrasi yang terjangkau, hanya sebesar Rp 10 ribu.
"Adapun persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengajukan KUR BRI mencakup beberapa hal. Calon peminjam harus menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berusia minimal 21 tahun atau telah menikah. Dokumen identitas seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk suami dan istri, Kartu Keluarga (KK), serta Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) diperlukan sebagai bukti identitas," pungkasnya.
Sementara itu, Petani Kelapa Sawit di Bengkulu, Dorkas mengaku, cukup terbantu dengan adanya pinjaman KUR dari BRI. Bahkan berkat pinjaman tersebut dirinya bisa menambah modal untuk merawat kebun kelapa sawit miliknya.
"Saya cukup senang bisa mendapatkan pinjaman KUR dari BRI, sehingga bisa menambah modal untuk merawat kebun kelapa sawit seperti membeli pupuk dan sebagainya," tutup Dorkas.
Petani Sawit di Bengkulu Harus Manfaatkan Pinjaman KUR
Diskusi pembaca untuk berita ini