Bengkulu, elaeis.co - Kantor perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Bengkulu menyarankan perusahaan kelapa sawit (PKS) di Bengkulu untuk melakukan penawaran umum saham perdana atau IPO (initial public offering).
Hal tersebut dilakukan agar perusahaan bisa memperoleh dana tak terbatas dari penjualan saham. Dana tersebut nantinya dapat dimanfaatkan oleh PKS untuk membangun perusahaan minyak goreng di daerah.
Kepala Perwakilan BEI Bengkulu, Bayu Saputra mengatakan, banyak PKS di Bengkulu yang bergerak di pengolahan kelapa sawit menjadi CPO, namun belum ada yang mengolah CPO menjadi minyak goreng. Padahal secara produksi, Bengkulu mampu menghasilkan kurang lebih 1,3 juta ton CPO per tahun.
"Total produksi CPO kita besar, tapi tidak ada industri minyak goreng disini," kata Bayu, Rabu (29/6).
Menurut Bayu, agar bisa membangun industri minyak goreng di Bengkulu, PKS setidaknya harus menyediakan dana ratusan miliar. Oleh karena itu, Ia berharap, PKS di Bengkulu mencatatkan sahamnya di BEI untuk kemudian dijual ke publik atau go public.
"Bila sudah IPO dan mencatatkan sahamnya di BEI, status perusahaan kemudian berubah dari perusahaan tertutup menjadi perusahaan terbuka alias Tbk," ujar Bayu.
Bayu mengaku, go public sebenarnya menguntungkan bagi perusahaan. Sebab korporasi bisa meraup pendanaan tak terbatas dari hasil penjualan saham perdana, biasanya perusahaan akan meraup dana segar yang menjadi target go public. Misalnya menjual 2 miliar lembar saham seharga Rp 500 per lembar, berarti target perolehan dana dari IPO sebesar Rp 1 triliun.
"Dari dana yang diperoleh dapat digunakan perusahaan untuk melakukan sejumlah langkah bisnis. Contohnya, membangun pabrik minyak goreng atau fasilitas produksi baru, peremajaan pabrik lama, melebarkan sayap bisnis ke luar negeri, meningkatkan kapasitas produksi, akuisisi, hingga membayar utang dan modal kerja," ujar Bayu.
Selain itu, dengan go public, perusahaan dapat lebih dipercaya oleh perbankan dan lembaga keuangan lain. Terutama untuk mengajukan pinjaman dalam nominal besar. Lebih mudah menerbitkan surat utang, baik jangka pendek maupun panjang. Juga untuk berkolaborasi serta mencari partner bisnis, investor untuk berinvestasi dalam perusahaan tersebut.
"Keuntungan lainnya, nilai perusahaan akan meningkat dan membuat investor memutuskan berinvestasi di perusahaan tersebut. Akibatnya kinerja operasional dan keuangan kinclong, pasti akan mengerek harga saham," tuturnya.
Ia mengaku, dengan IPO, citra perusahaan akan disorot banyak orang, termasuk media. Bahkan pelaku riset, analis saham, maupun ekonom yang kerap melempar rilis prediksi IHSG dan rekomendasi saham pun ikut menyoroti perkembangan bisnis perusahaan. Apalagi jika perusahaan mencetak kinerja gemilang, pasti jadi buruan investor.
"Publikasi ini akan mendongkrak image atau citra perusahaan. Berbeda kalau perusahaan masih berstatus tertutup. Mana ada yang kepo. Untuk melihat profil lengkap perusahaan saja sulit, apalagi mengintip laporan keuangannya," ujar Bayu.
Selain itu, perusahaan yang IPO juga akan mendapatkan diskon pajak dari pemerintah. Perusahaan bisa memperoleh penurunan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Badan. Jadi hanya kena PPh Badan sebesar 5 persen saja.
Tetapi hal itu ada syaratnya, yakni publik yang menggenggam saham perseroan di atas 40 persen dan dimiliki minimal 300 pemegang saham yang kepemilikannya tidak lebih dari 5 persen.
"Enaknya lagi bukan cuma perusahaan Tbk yang dapat diskon pajak. Bagi investor pemegang saham, tarif pajak jual beli saham hanya 0,1 persen," tuturnya.
Terkait dengan IPO, Bayu mengaku, pada dasarnya perusahaan bergerak di bidang apapun punya kesempatan yang sama untuk melantai di bursa efek. Menjadi perusahaan terbuka dan tercatat di papan BEI. Namun otoritas memberlakukan persyaratan kepada perusahaan yang ingin IPO atau go public. Salah satunya memiliki aset berwujud bersih lebih dari Rp 5 miliar.
"Jadi kalau perusahaan mau IPO atau melantai di BEI syaratnya harus memiliki aset bersih diatas Rp 5 miliar, saya pikir seluruh PKS di daerah mampu, lah asetnya saja di atas puluhan miliar," tutupnya.
PKS Disarankan Ikut IPO
Diskusi pembaca untuk berita ini