Medan, elaeis.co - Hingga kini masih banyak warga Sumatera Utara (Sumut) meminjam uang ke rentenir untuk memenuhi kebutuhan keluarga atau untuk modal usaha.
Hal tersebut terungkap saat Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah menerima audiensi Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Alexandra Askandar di Medan, beberapa hari lalu.
Dalam kesempatan itu, Musa meminta agar Bank Mandiri membantu mempermudah penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk masyarakat Sumut, termasuk petani sawit, petani kopi, dan peternak.
"Masih banyak yang belum kenal perbankan, terutama yang berada di daerah. Mereka masih lebih percaya rentenir karena administrasinya gampang. Tapi mereka tidak sadar bunganya besar," kata Musa dalam keterangan resmi Diskominfo Sumut.
Dia juga meminta Bank Mandiri mengedukasi masyarakat, meningkatkan fasilitas pelayanan, dan lainnya. Ia mengapresiasi BUMN itu karena melakukan digitalisasi perbankan lewat smart branch.
"Ini sangat bagus. Jadi bisa mengedukasi masyarakat di daerah untuk membiasakan diri dengan digital. Mau tak mau kita jadi terbiasa," ujarnya.
Alexandra sendiri mengatakan bahwa saat ini Bank Mandiri telah meluncurkan 238 Smart Branch yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan smart branch tersebut, proses beragam kebutuhan finansial nasabah di kantor cabang menjadi lebih cepat, praktis, dan andal.
"Langkah ini sebagai upaya mendorong literasi keuangan digital di tanah air," katanya.
Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Rohan Hafas menambahkan, penyaluran KUR Bank Mandiri di Sumut dari tahun 2015 sampai 2022 sudah mencapai Rp 5,7 triliun.
"Untuk tahun 2022, penyaluran sampai dengan Juni sebesar Rp1,1 triliun. Kemungkinan tahun depan target kita ditambah. Dan bunga KUR di Mandiri sebesar 6%," ucapnya.
Rentenir Masih Eksis, Penyaluran KUR Diminta Dipermudah
Diskusi pembaca untuk berita ini