Pekanbaru, elaeis.co - Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Genman S Hasibuan menyebutkan bahwa Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil yang ditetapkan sebagai Cagar Biosfer oleh UNESCO saat ini sudah banyak dikelola menjadi perkebunan kelapa sawit.

Dia membeberkan bahwa saat ini sudah ribuan hektar kawasan tersebut yang telah rusak dan sebagian di antaranya dijadikan perkebunan sawit. 

“Open area itu maksudnya kawasan yang rusak, yang sudah terbuka tidak ada tegakan kayunya lagi. Dari luasan 78000 hektare Giam Siak Kecil, yang open areanya itu sekitar 3700 hektare,” kata Genman, Kamis (22/6).

Genman menjelaskan bahwa yang teridentifikasi menjadi kebun sawit itu sekitar 650 hektare.

“Masih banyak yang belum teridentifikasi artinya 650 hektare itu baru yang terdata sama kami. Masih banyak lagi yang belum terdata. Jangan-jangan (kebun sawit,red) lebih banyak yang belum teridentifikasi,” tambahnya. 

Genman menambahkan bahwa salah satu kawasan penyumbang oksigen dunia itu rusak karena orang yang membangun kebun kelapa sawit.

“Kawasan terbuka itu selain kelapa sawit ada lapangan bola, pemukiman yang dipicu adanya perkebunan sawit itu. Ada juga dusun dalam kawasan itu. Umumnya masyarakat pendatang yang mengelola kebun sawit,” tandasnya.