Keterangan dari korban ini menjadi tanda tanya besar yang mengusik nurani. Jika benar ada pihak yang berbadan hukum atau kelompok tertentu ikut serta atau membiarkan aksi biadab ini terjadi, maka ini bukan sekadar konflik warga. Ini adalah tindakan kekerasan terorganisir yang merampas hak orang untuk bekerja dengan aman.

Bagaimana mungkin di tengah negara yang menjunjung hukum, warga yang bekerja sah-sah saja bisa diserang dengan senjata berbahaya? Bagaimana mungkin orang-orang bersenjata bebas bergerak menyerang tanpa rasa takut akan sanksi hukum?

Hingga berita ini diturunkan, dugaan keterlibatan Agrinas masih berbasis pada kesaksian korban dan belum terkonfirmasi secara resmi. 

Namun, kesunyian pihak Agrinas saat ini semakin menebalkan kabut kecurigaan. 

Mengapa mereka belum angkat bicara? Apakah mereka diam karena bersalah, atau ada hal yang sengaja ditutup-tutupi?

Polsek Tambusai Utara kini memegang kendali penanganan kasus ini. Aparat masih menyusun kronologi, mengumpulkan bukti, dan memburu identitas pelaku beserta dalang di baliknya. 

Redaksi elaeis.co juga masih menunggu pernyataan resmi dari Kapolsek Tambusai Utara AKP Heri Yuliardi terkait perkembangan penyelidikan ini.