Selain perdagangan, kedua negara menjajaki kerja sama riset perberasan, termasuk pengembangan varietas unggul untuk lahan rawa dan pesisir berair payau.
Mas Dar juga menilai, meski Indonesia sudah memiliki berbagai varietas padi unggul, pengalaman Tiongkok dalam memberi makan populasi besar dan menekan kemiskinan bisa menjadi pelajaran berharga.
“Kita ingin bekerja sama dengan siapa pun selama menguntungkan kepentingan nasional. Di sektor pertanian, kepentingan nasional kita adalah meningkatkan produksi, menekan impor, menambah ekspor, menambah devisa, dan menyejahterakan petani,” tegasnya.
Dengan minat Tiongkok terhadap sawit, karet, hingga sarang walet, Indonesia berada di posisi strategis untuk memperkuat ekspor komoditas unggulan.
Kesempatan ini menjadi momentum bagi petani dan pelaku industri lokal untuk menunjukkan kualitas produk Indonesia sekaligus membuka jalan bagi akses pasar langsung ke negeri Tirai Bambu.
Momentum ini sekaligus menggarisbawahi pentingnya ketahanan dan keberlanjutan produksi.
Pemenuhan permintaan ekspor Tiongkok bukan hanya soal kuantitas, tetapi juga kualitas, sertifikasi, dan praktik berkelanjutan yang menjadi jaminan daya saing Indonesia di pasar global.
Tiongkok Kepincut Sawit hingga Walet Indonesia
Diskusi pembaca untuk berita ini