Jakarta, elaeis.co – Pemerintah Indonesia bergerak cepat menangkap peluang pasar Timur Tengah setelah Lebanon menyatakan minat memperkuat kerja sama perdagangan komoditas pertanian.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman langsung mendorong peningkatan ekspor crude palm oil (CPO) dan kelapa sebagai komoditas andalan nasional.
Komitmen tersebut disampaikan Amran usai menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Lebanon untuk Indonesia, Salam Al Achkar, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta.
Pertemuan bilateral itu membahas penguatan kerja sama perdagangan pangan yang saling menguntungkan bagi kedua negara.
Dalam pertemuan tersebut, Lebanon menawarkan ekspor minyak zaitun (olive oil) ke Indonesia. Sebagai balasan, Amran meminta agar Lebanon juga meningkatkan impor produk unggulan Indonesia, terutama CPO dan kelapa.
"Mereka menawarkan olive oil, kemudian saya minta ditambah ekspor kelapa dan CPO dari Indonesia ke Lebanon," kata Amran.
Langkah tersebut dinilai sejalan dengan strategi pemerintah memperluas pasar ekspor produk perkebunan Indonesia di tengah dinamika perdagangan global. Kawasan Timur Tengah menjadi salah satu pasar potensial karena sebagian besar kebutuhan pangannya masih bergantung pada impor.
Indonesia memiliki posisi yang sangat kuat sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia. Pada 2025, produksi crude palm oil (CPO) dan palm kernel oil (PKO) diperkirakan mencapai sekitar 56 juta ton.
Sementara untuk komoditas kelapa, Indonesia memiliki areal perkebunan lebih dari 3,3 juta hektare dengan produksi sekitar 2,8 juta ton per tahun.
Besarnya kapasitas produksi tersebut diyakini mampu memenuhi kebutuhan Lebanon yang mengandalkan impor untuk sekitar 65 hingga 80 persen kebutuhan pangannya. Kondisi ini membuka peluang ekspor yang lebih besar bagi Indonesia, khususnya untuk komoditas perkebunan bernilai strategis.
Lebanon Berebut CPO dan Kelapa Indonesia, Mentan Amran Langsung Tancap Gas Ekspor
Diskusi pembaca untuk berita ini