Bengkulu, elaeis.co - Bupati Bengkulu Utara, Mian, mengajak petani kelapa sawit di wilayahnya untuk memanfaatkan lahan kosong dengan menanam ubi kayu. Langkah ini diambil sebagai upaya kongkret  membantu menstabilkan harga pangan yang tengah mengalami kenaikan drastis.

Menurut Bupati Mian, beberapa petani kelapa sawit di Bengkulu Utara telah merespons positif ajakan tersebut dengan mulai menanam ubi kayu.

"Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk menstabilkan harga pangan yang terus meningkat," ungkap Mi'an, Sabtu (9/12).

Mi'an mengaku, keputusan untuk menanam ubi kayu adalah langkah yang tepat bagi petani sawit. Karena harga ubi kayu saat ini mencapai Rp 3 ribu per kilogram.

"Harga ubi kayu saat ini mencapai Rp 3 ribu per kilogram, memberikan keuntungan langsung bagi kami petani. Selain itu, ubi kayu juga bisa menjadi alternatif pengganti beras dalam konsumsi sehari-hari," tutur Mian.

Dengan harga ubi kayu yang menguntungkan, diharapkan petani kelapa sawit tidak hanya mendapatkan manfaat ekonomis dari hasil panen ubi kayu, tetapi juga dapat mengatasi tekanan ekonomi akibat fluktuasi harga kelapa sawit.

"Kami berharap petani sawit bisa mendapatkan manfaat ekonomis dari hasil panen ubi kayu, tetapi juga dapat mengatasi tekanan ekonomi akibat fluktuasi harga kelapa sawit," ujarnya.

Dengan terus mendorong petani kelapa sawit untuk beralih menanam ubi kayu, diharapkan dapat terwujudnya stabilitas harga pangan lokal dan meningkatkan kesejahteraan petani. Sebagai langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan, langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh positif untuk daerah-daerah lain dalam menghadapi tantangan ekonomi di sektor pertanian.