Bengkulu, elaeis.co - Seorang petani kelapa sawit, Gito Putra, mengalami kerugian besar akibat pencurian buah sawit yang terjadi pada Senin malam (3/4). Kebun sawit miliknya di Kabupaten Bengkulu Utara dipanen habis oleh kawanan pencuri atau sering disebut ninja sawit.

Gito merasa mengaku, tidak tahu harus berbuat apa untuk mengatasi situasi tersebut. Dirinya hanya bisa ikhlas menerima cobaan itu.

"Seluruh sawit yang matang di kebun saya habis dicuri, mereka beraksi malam hari. Saya hanya bisa mengikhlaskannya, hitung-hitung sedekah bulan Ramadan saja," ujar Gito, Selasa (4/4).

Meskipun ikhlas, dia mengaku aksi ninja menyebabkan kerugian cukup besar. "Apalagi saya menggantungkan hidup dari hasil panen kelapa sawit. Sehingga jika sawit tidak menghasilkan buah untuk di panen, tak tahu lagi bagaimana cara untuk memenuhi kebutuhan dalam beberapa hari ke depan. Berdoa saja, semoga ada jalan," tuturnya.

Ia mengatakan bahwa pencurian buah sawit bukanlah hal yang baru di wilayah Bengkulu. Menurutnya, hal ini rentan terjadi karena minimnya pengawasan.

"Kebun saya memang tidak dijaga dengan baik. Soalnya saya tinggal di Kota Bengkulu, tapi posisi kebun ada di Kabupaten Bengkulu Utara," tambah Gito.

Ia mengaku, tingginya harga TBS kelapa sawit di sejumlah pabrik kelapa sawit di Bengkulu menjadi faktor penyebab maraknya tindakan pencurian buah sawit. "Saat harga TBS kelapa sawit  Rp 300 per kilogram, tidak ada yang mau mencuri buah kelapa sawit. Sekarang harga jual TBS kelapa sawit di atas Rp 2 ribu, makanya makin marak pencurian sawit," ucapnya.

Pencurian buah sawit yang sering terjadi di wilayah Bengkulu dan sekitarnya menjadi permasalahan yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan aparat keamanan. Dibutuhkan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan keamanan kebun sawit agar petani dapat melanjutkan aktivitas mereka dengan tenang dan meraih pendapatan yang optimal.

"Kami berharap agar para pelaku pencurian buah sawit segera ditangkap dan diproses secara hukum. Kami juga berharap agar pemerintah dapat memberikan solusi terbaik bagi para petani kelapa sawit agar keamanan dan hasil panen mereka dapat terjaga dengan baik," harapnya.

Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Andy Pramudya Wardana mengatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan patroli di wilayah tersebut untuk mencegah terjadinya pencurian buah sawit.

"Kami akan meningkatkan pengawasan dan patroli di wilayah ini agar para petani kelapa sawit dapat beraktivitas dengan tenang dan tidak merasa khawatir akan pencurian buah sawit," tukasnya.