Jakarta, elaeis.co - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman berterima kasih atas dikabulkannya permohonan penambahan anggaran pupuk subsidi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mencapai Rp 14 trilyun. Menurut Mentan, penambahan ini merupakan bukti bahwa pemerintah serius memberi perhatian khusus pada para petani.
"Presiden sangat mencintai petani. Alhamdulillah anggaran pupuk subsidi ditambah Rp 14 trilyun. Kita doakan semoga beliau sehat selalu," ujar Mentan dalam keterangan resmi Kementan, Rabu (3/1).
Sebagai informasi, anggaran pupuk selama ini besarannya hanya menjangkau petani secara terbatas dan tidak bisa memenuhi semua kebutuhan. Menurut Amran, anggaran yang tersedia sebelumnya hanya sekitar Rp 25 trilyun.
"Dengan anggaran tersebut, pemerintah hanya bisa mengalokasikan 7,8 juta ton pupuk bersubsidi, atau sepertiga dari usulan seluruh kebutuhan pupuk di Kabupaten/Kota di Indonesia," sebutnya.
Tapi, kata Mentan, semua persoalan tersebut bisa diatasi dalam waktu dekat karena presiden setuju menambah anggaran pupuk sebesar Rp 14 trilyun. Dengan penambahan ini, maka pemerataan distribusi pupuk dapat dilakukan hingga bisa menjangkau para petani di hutan sampai pelosok desa.
"Saudara kita yang di hutan desa itu juga mendapatkan jatah pupuk yang sama setelah sebelumnya tidak mendapatkan jatah pupuk subsidi, bibit, dan benih. Kami bahkan sudah mencabut permentan yang diterbitkan tahun 2020 karena dinilai menghambat pengambilan pupuk oleh petani-petani kita," katanya.
Sebelumnya Presiden Jokowi akhirnya mengabulkan permohonan para petani dalam penambahan anggaran pupuk subsidi sebesar Rp 14 trilyun. Kepastian ini disampaikan Jokowi saat bertemu dengan para petani dan penyuluh se Jawa Tengah di Kabupaten Banyumas, Selasa (2/1).
Anggaran Ditambah, Mentan Pupuk Subsidi Bisa Jangkau Hutan dan Pelosok Desa
Diskusi pembaca untuk berita ini