Pontianak, elaeis.co - Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPW APKASINDO) Provinsi Kalimantan Barat menggelar workshop bertema “Pemberdayaan Petani Sawit dalam Pengendalian Ganoderma dan Kumbang Tanduk untuk Keberlanjutan Perkebunan Sawit”. Kegiatan yang digelar di ruangan Konferensi 5 Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura Pontianak, Sabtu (23/5) kemarin itu dirangkai dengan pelantikan pengurus DPW Apkasindo Kalbar periode 2024–2029.
Sedikitnya 150 petani sawit dari berbagai kabupaten dan kota di Kalbar, mendapatkan pembekalan mengenai pengendalian penyakit Ganoderma dan hama kumbang tanduk yang selama ini menjadi ancaman serius bagi produktivitas kebun sawit rakyat.
Ketua DPW APKASINDO Kalbar, Indra Rustandi mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kapasitas petani sawit dalam menghadapi persoalan hama dan penyakit tanaman.
“Kegiatan hari ini bertujuan menambah wawasan dan ilmu para petani terkait penanganan penyakit Ganoderma dan hama kumbang tanduk pada kelapa sawit. Untuk itu, kami mengundang sekitar 150 petani dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat,” terangnya kepada elaeis.co, Senin (25/5)
Menurut Indra, kondisi perkebunan rakyat saat ini masih menghadapi tantangan besar, terutama minimnya akses informasi teknis di tingkat petani. Ia menyebut banyak petani masih mengandalkan informasi yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan.
“Teman-teman petani selama ini lebih banyak mendapatkan informasi hanya dari katanya-katanya saja. Jadi, untuk persoalan penyakit seperti Ganoderma maupun hama lainnya, masih banyak petani yang belum benar-benar memahami cara penanganannya,” katanya.
Ia menjelaskan, luas perkebunan sawit rakyat di Kalimantan Barat saat ini mencapai lebih dari 88 ribu hektare, dengan jumlah anggota APKASINDO Kalbar yang telah terdata sekitar 5.000 petani.
Sebagai langkah antisipasi terhadap ancaman penyakit dan hama tanaman, APKASINDO menghadirkan sejumlah perusahaan dan lembaga penelitian untuk berbagi ilmu kepada para petani.
“Karena itu, ilmu-ilmu terkait pengendalian dan penanganan hama maupun penyakit akan dibagikan langsung oleh para ahli dan perusahaan yang berkompeten. Nanti ada teman-teman dari PT Masaro, PT KHS, dan PT PPKS yang akan berbagi pengetahuan untuk menambah wawasan petani,” jelasnya.
Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan materi mulai dari luasan perkebunan rakyat yang terdampak Ganoderma dan kumbang tanduk, dukungan BPDP bagi petani sawit, pengendalian hama dan penyakit, hingga praktik pembuatan obat untuk Ganoderma dan kumbang tanduk.
Selain itu, kegiatan juga menghadirkan sesi mengenai dasar ilmiah dan strategi pengendalian terpadu berbasis penelitian, perlindungan hukum bagi petani sawit, hingga sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan petani dalam menjaga kondusivitas kawasan perkebunan.
Indra menambahkan, inovasi teknologi di sektor perkebunan sawit terus berkembang setiap tahun, baik dalam bidang pemupukan maupun pengendalian hama dan penyakit tanaman.
“Teknologi untuk perbaikan pupuk maupun pengendalian hama sebenarnya terus berkembang. Mudah-mudahan ke depan semakin canggih dan semakin banyak teknologi baru yang bisa membantu petani meningkatkan hasil kebun mereka,” pungkasnya.
Apkasindo Kalbar Gelar Workshop Pengendalian Ganoderma dan Kumbang Tanduk
Diskusi pembaca untuk berita ini