Medan, elaeis.co - Tidak berbeda dengan provinsi Sumatera Barat, harga kelapa sawit di Sumatera Utara juga hanya bilangan di kertas. Pasalnya petani juga tidak dapat menikmati harga yang tinggi tersebut.
Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit plasma di Sumut Minggu ini sentuh Rp4.065.95/kg. Namun kebun plasma di Sumut justru tidak berproduksi dengan baik.
"Produksi kebun plasma rata-rata mengalami penurunan. Ini sudah terjadi sejak sebelum ramadhan kemarin," ujar Ketua Aspek-Pir Sumut, Syarifuddin Sirait kepada elaeis.co, Sabtu (4/4).
Dari catatan Syarifuddin, penurunan produksi kebun saat ini sudah berada diangka Rp40%. Sehingga meskipun harga tinggi, pendapatan petani tidak banyak berubah.
Penurunan produksi ini kata pria yang juga merupakan Sekretaris Umum DPP Aspek-Pir itu, tidak lain lantaran kebun kelapa sawit plasma di Sumut rata-rata sudah berusia tua, bahkan uzur.
"Kebun plasma rata- rata ditanam di awal tahun 1980 dan akhir 1990. Tentu usianya sudah uzur dan kurang produktif," bebernya.
Kondisi itu diperparah lagi dengan program PSR yang belum berjalan maksimal di provinsi tersebut. Alhasil tidak sedikit petani yang melakukan penanaman ulang dibawah tanaman yang ada (under planting). Sebagian lain mempertahankan yang ada.
Bukan hanya dilakukan petani plasma, langkah ini juga dilakukan oleh petani swadaya dan bekas plasma yang sudah tidak memiliki lembaga lagi.
"Jadi harga tinggi belum dirasakan sesungguhnya oleh petani. Saat ini harga di PKS juga masih di posisi Rp3.900 malah ada yang di bawah itu," tandasnya.
Banyak Tanaman Sudah Uzur, Harga Tinggi Hanya di Kertas
Diskusi pembaca untuk berita ini