Meski begitu, jika pemupukan sangat dibutuhkan saat curah hujan tinggi, maka pupuk sebaiknya diberikan dengan cara disemprot atau ditugal. Pemberian pupuk dengan cara ditugal (dibenamkan dalam lubang perakaran tanaman) harus ditutup kembali dengan tanah.
"Hindari pemberian pupuk dengan cara dikocor untuk menghindari kondisi tanah yang semakin lembab. Pemberian pupuk dengan cara ditabur di sekitar tanaman juga meningkatkan risiko pupuk terbuang dan tercuci ke lingkungan," bebernya.
Karena air hujan mengandung unsur nitrogen yang cukup tinggi, katanya, pemberian pupuk nitrogen saat musim hujan perlu dikurangi dosisnya. Namun, pupuk fosfor dan kalium tetap diperlukan untuk merangsang pembungaan.
Sifat asam pada air hujan juga membuat kebutuhan pupuk kalsium atau dolomit meningkat untuk menaikkan pH tanah. Pupuk kalsium diaplikasikan dengan cara disemprotkan sementara kapur dolomit diaplikasikan dengan cara ditaburkan ke tanah di sekitar tanaman lalu dipendam.
"Jadi petani kelapa sawit perlu perhatikan waktu dan jenis pupuk apa saja yang harus diberikan ke tanaman kelapa sawit," tutupnya.
Bolehkah Memupuk Sawit pada Musim Hujan Berikut Penjelasannya
Diskusi pembaca untuk berita ini