Boyolali, elaeis.co – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) melakukan pemantauan dan evaluasi lapangan terkait program mandatori biodiesel di Fuel Terminal (FT) Boyolali pada Kamis (12/2). 

Kegiatan ini bertujuan memastikan distribusi bahan bakar nabati berjalan lancar dan sesuai ketentuan teknis, sekaligus mendukung ketersediaan energi nasional yang ramah lingkungan.

Menurut data BPDP, pengawasan meliputi seluruh proses mulai dari pencampuran bahan bakar minyak (BBM) dengan bahan bakar nabati hingga mekanisme penyaluran ke stasiun pengisian bahan bakar umum. 

Evaluasi ini mencakup distribusi ke 14 wilayah layanan di Jawa Tengah dan Jawa Timur, termasuk Solo Raya (Surakarta, Sukoharjo, Klaten, Karanganyar), Boyolali, Salatiga, Sragen, Wonogiri, hingga lintas provinsi ke Ngawi, Magetan, dan Pacitan.

Operasional di FT Boyolali mengandalkan teknologi canggih untuk menjaga kualitas produk akhir. Pencampuran dilakukan secara otomatis melalui sistem inline blending di fasilitas filling shed NGS, memastikan hasil biodiesel presisi dan konsisten. 

Distribusi produk menggunakan armada mobil tangki berstandar keamanan tinggi, dengan mekanisme penjualan langsung ke stasiun pengisian tanpa melalui sistem konsinyasi.

Audit ini melibatkan koordinasi lintas instansi tingkat nasional. Perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) hadir untuk memastikan akuntabilitas program. 

Tim teknis dari Lemigas dan PT Surveyor Indonesia turut memvalidasi data operasional lapangan. Dewan Pengawas BPDP menekankan pentingnya tata kelola dana perkebunan yang mendukung ekonomi energi berkelanjutan.

Program mandatori biodiesel ini tidak hanya menjaga kestabilan pasokan energi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi petani sawit. 

Penyerapan minyak sawit mentah sebagai bahan baku biodiesel memberikan kepastian pasar dan mendukung harga komoditas, sementara hilir menerima pasokan bahan bakar lebih stabil dan ramah lingkungan.

Audit berkala di terminal bahan bakar seperti di Boyolali menjadi instrumen utama BPDP untuk menjamin transparansi dan efektivitas program pemerintah. 

Keberhasilan distribusi biodiesel di Boyolali menjadi tolok ukur pengelolaan dana perkebunan sawit dalam mendukung kedaulatan energi nasional.