“Tidak kami buat seperti simulasi perusahaan yang serba nyaman. Mereka harus survive, hidup sehari-hari di kebun,” tegasnya.
Dalam praktik itu, mahasiswa memainkan berbagai peran secara bergantian. Mulai dari tenaga panen, mandor, asisten kebun, hingga asisten kepala. Semua dijalani dalam sistem role play yang ketat.
Ada juga rutinitas disiplin seperti apel pagi jam 5, di mana seluruh peserta wajib berkumpul sebelum aktivitas dimulai.
Nugroho menceritakan kisah yang menarik perhatian datang dari seorang mahasiswi asal Jayapura, Papua. Dalam sesi praktik, ia diminta melakukan tugas sederhana memotong satu TBS (Tandan Buah Segar). Namun hasilnya mengejutkan, ia mampu menyelesaikan hingga tiga TBS dengan baik.
“Ini bukan sekadar soal kemampuan teknis, tapi juga keberanian dan adaptasi cepat di lapangan,” kata Nugroho.
Momen seperti ini menjadi bukti bahwa pendekatan praktik langsung mampu mengasah kepercayaan diri mahasiswa dari berbagai daerah, mulai dari Aceh hingga Papua.
Selain hard skill, Politeknik CWE juga menekankan pembentukan mental bisnis dan ketahanan pribadi. Mahasiswa dibekali kemampuan menghadapi tekanan, kerja tim, hingga disiplin tinggi.
Menurut Nugroho, tantangan generasi saat ini jauh lebih kompleks dibanding sebelumnya. Godaan seperti pinjaman online, narkoba, hingga gaya hidup bebas menjadi tantangan nyata bagi mahasiswa.
“Sekarang tantangannya beda. Karena itu kami tidak hanya ajarkan ilmu, tapi juga bentengi mental mereka,” ujarnya.
Program ini juga menyasar mahasiswa dari wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kampus menilai bahwa pemerataan kualitas SDM menjadi kunci masa depan industri sawit Indonesia.
Dengan pendekatan praktik langsung dan pembinaan karakter yang ketat, Politeknik CWE berharap para lulusannya tidak hanya siap kerja, tetapi juga tahan banting di dunia industri yang kompetitif.
“Kalau bukan kita yang membentuk, siapa lagi? Pendidikan harus menjawab tantangan zaman,” tutup Nugroho.
Bukan Kuliah Biasa, Ini Rahasia Politeknik CWE Bentuk Mental Baja Penerima Beasiswa Sawit
Diskusi pembaca untuk berita ini