Bengkulu, elaeis.co - Masyarakat di Provinsi Bengkulu diminta tidak ragu membeli beras program Stabilisasi Pangan Harga Pemerintah (SPHP). Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kanwil Bengkulu menjamin beras SPHP bebas dari beras sintetis atau plastik.

"Selain harganya terjangkau, kualitas beras SPHP juga terjamin," kata Kepala Perum Bulog Kanwil Bengkulu, Bakhtiar AS, Rabu (4/10).

Baru-baru ini masyarakat dihebohkan dengan penemuan beras plastik. Banyak yang kemudian menanyakan kualitas beras SPHP karena harganya lebih murah dari harga pasar. Tidak sedikit yang takut mengkonsumsi beras ini karena khawatir dicampur dengan beras plastik.

Menanggapi rumor ini, Bakhtiar menegaskan bahwa beras SPHP yang dijual dan beredar saat ini aman untuk dikonsumsi. Bahkan, seluruh pegawai Bulog juga mengkonsumsi beras tersebut. "Kami juga mengkonsumsi beras itu, jadi aman lah. Masa kami jual beras terus beli beras lain," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bengkulu, Ir. Yenita Syaiful memastikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan adanya peredaran beras sintetis di wilayah Bengkulu. Menurutnya, isu mengenai beras plastik merupakan upaya yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang ingin menjatuhkan citra beras SPHP. 

"Sejauh ini belum ditemukan, hoaks," ujarnya.

Menurutnya, ada orang yang tidak senang karena beras SPHP dijual dengan harga Rp 11.500 per kilogram atau jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan harga beras di pasar yang mencapai Rp 20 ribu per kilogram.

"Makanya disebarkan berita bohong agar beras SPHP tidak laku dan beras yang mereka jual laku meskipun dengan harga mahal," tandasnya.

"Kamj selalu berkoordinasi dengan Satgas Pangan untuk memastikan bahwa seluruh beras yang beredar di Bengkulu aman untuk dikonsumsi," tambahnya.