Sebetulnya, tidak hanya soal bibit. Petani juga mengeluh soal penanaman sawit di lapangan. Sebab menurut petani terjadi pergeseran titik tanam yang dinilai mengurangi jumlah tanaman.
"Iya, soal penanaman ini juga amburadul. Sebab dulunya kalau luas kebun 2 hektar terdapat 13 baris batang sawit. Setelah dilakukan peremajaan, hanya 11 baris dengan jarak tanam yang sama," jelasnya.
Pria ini pun curiga lahannya telah berkurang. Namun yang disayangkannya, pendamping PSR dari Dinas Pertanian Siak pun terkesan tutup mata.
"Saya rasa, tidak mungkin pendamping PSR tidak tahu. Tapi mungkin didiamkan saja. Atau, entah lah. Harapan kita sih pihak berwajib tahu soal keluhan petani ini. Kayak kasus pupuk subsidi di Kecamatan Kerinci Kanan dulu, biar petani tidak dirugikan," terangnya.
Cerita Replanting Sawit di Teluk Merbau Siak Dapat Dana Miliaran Dari Pusat, Bibit Terkesan Asalan
Diskusi pembaca untuk berita ini