Jakarta, elaeis.co - Kondisi industri sawit di Indonesia sepertinya menular ke Malaysia. Kabar terakhir, di negara jiran itu sudah ada pabrik kelapa sawit (PKS) yang menolak membeli tandan buah segar (TBS).
Kondisi itu merupakan dampak dari merosotnya harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Pada sesi perdagangan terakhir Selasa (28/6) kemarin, harga CPO di bursa derivatif Malaysia turun 0,30% di MYR 4.907 per ton setelah sempat jatuh lebih 2% pada sesi pagi.
Penurunan harga CPO menyebabkan sejumlah PKS di Malaysia dilaporkan akan menghentikan produksi untuk sementara waktu.
Wakil Menteri Industri dan Komoditas Perkebunan Malaysia, Wee Jeck Seng mengatakan, sejumlah pabrik telah menyampaikan keluhan kepada pemerintah dan mulai menolak membeli buah kelapa sawit.
"Buah kelapa sawit di petani tidak bisa disimpan lebih dari dua sampai tiga hari, akan membusuk. Ini akan mempengaruhi petani kecil," katanya seperti dikutip Reuters, Selasa (28/6).
Menurutnya, pengusaha harus tetap membeli sawit petani tidak peduli apakah harganya tinggi atau rendah.
"Kami akan membahas lebih lanjut urusan ini bersama Dewan Minyak Sawit Malaysia dan regulator industri serta sejumlah pabrik yang bermasalah," sebutnya.
Di Malaysia pun Ada PKS Tolak Beli TBS Petani
Diskusi pembaca untuk berita ini